Apa Itu To Be dalam Bahasa Inggris? Pengertian, Fungsi, Rumus, dan Cara Menggunakan Am, Is, Are, Was, dan Were
MATERI LENGKAP: TO BE
Am, Is, Are, Was, Were, Been
A. Pengertian To Be
To be adalah kata kerja yang digunakan untuk menghubungkan subject dengan informasi tentang subject tersebut.
To be dapat berarti:
1. Berarti “Adalah”
Arti ini muncul ketika to be diikuti oleh kata benda (noun) atau profesi/identitas.
- Contoh Present (Sekarang): I am a student (Saya adalah seorang murid).
- Contoh Past (Lampau): She was a doctor (Dia adalah seorang dokter di masa lalu).
2. Berarti “Ada” atau Menunjukkan Tempat (Adverb of Place)
Arti ini muncul ketika to be diikuti oleh keterangan tempat.
- Contoh: The book is on the table (Buku itu ada di atas meja).
- Contoh: They were in Bali last week (Mereka ada di Bali minggu lalu).
3. Tidak Diterjemahkan (Sebagai Penghubung Sifat / Adjective)
Ketika to be bertemu dengan kata sifat, to be tidak diartikan secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia, melainkan melekat pada sifat subjek tersebut.
- Contoh: You are smart (Kamu pintar — kata are tidak diterjemahkan jadi “adalah pintar”).
- Contoh: He was sad (Dia sedih).
4. Sebagai Penanda Sedang Berlangsung (Continuous Tense)
Jika to be (am, is, are, was, were) bertemu dengan kata kerja berakhiran -ing (being/action), maknanya berubah menjadi “sedang”. Di sini, to be berfungsi murni sebagai pembantu.
- Contoh: I am reading (Saya sedang membaca).
- Contoh: They were playing (Mereka sedang bermain di masa lalu).
5. Sebagai Penanda Kalimat Pasif (Been / Passive Voice)
Bentuk been adalah bentuk past participle (ketiga) dari to be yang biasa dipakai dalam perfect tense atau kalimat pasif, yang sering diartikan “sudah/telah … (dikenai pekerjaan)”.
- Contoh: The food has been eaten (Makanan itu telah dimakan).
To be yang paling dasar:
B. TO BE DALAM PRESENT TENSE
1. AM
Am hanya digunakan dengan I.
Rumus:
I + am + complement
Contoh:
- I am a student.
Saya adalah seorang siswa. - I am happy.
Saya bahagia. - I am tired.
Saya lelah. - I am in the classroom.
Saya berada di dalam kelas. - I am ready.
Saya siap.
Bentuk singkat:
I am = I’m
Contoh:
I am happy.
= I’m happy.
2. IS
Is digunakan dengan:
- He = dia laki-laki
- She = dia perempuan
- It = benda/hewan
Rumus:
Subject + is + complement
Contoh:
He is a teacher.
Dia adalah seorang guru.
She is beautiful.
Dia cantik.
It is big.
Itu besar.
He is in the library.
Dia berada di perpustakaan.
She is tired.
Dia lelah.
Bentuk singkat:
- He is = He’s
- She is = She’s
- It is = It’s
Contoh:
She is happy.
= She’s happy.
3. ARE
Are digunakan dengan:
- You
- We
- They
Rumus:
Subject + are + complement
Contoh:
You are a student.
Kamu adalah seorang siswa.
We are students.
Kami adalah siswa.
They are teachers.
Mereka adalah guru.
You are very kind.
Kamu sangat baik.
They are in the classroom.
Mereka berada di dalam kelas.
Bentuk singkat:
- You are = You’re
- We are = We’re
- They are = They’re
Contoh:
They are happy.
= They’re happy.
C. TO BE DALAM PAST TENSE
Untuk menunjukkan keadaan atau identitas di masa lalu, digunakan:
- was
- were
1. WAS
Was digunakan dengan:
- I
- He
- She
- It
Rumus:
Subject + was + complement
Contoh:
I was tired yesterday.
Saya lelah kemarin.
He was sick last week.
Dia sakit minggu lalu.
She was at home yesterday.
Dia berada di rumah kemarin.
It was very cold.
Cuacanya sangat dingin.
2. WERE
Were digunakan dengan:
- You
- We
- They
Rumus:
Subject + were + complement
Contoh:
You were late.
Kamu terlambat.
We were happy yesterday.
Kami bahagia kemarin.
They were at school.
Mereka berada di sekolah.
They were tired after the game.
Mereka lelah setelah pertandingan.
D. TABEL LENGKAP TO BE
| Subject | Present | Past | Arti |
|---|---|---|---|
| I | am | was | saya |
| You | are | were | kamu/kalian |
| He | is | was | dia laki-laki |
| She | is | was | dia perempuan |
| It | is | was | itu/benda/hewan |
| We | are | were | kami/kita |
| They | are | were | mereka |
Cara mudah mengingat:
Sekarang:
I → am
He/She/It → is
You/We/They → are
Masa lalu:
I/He/She/It → was
You/We/They → were
E. TO BE + NOUN
To be dapat digunakan sebelum noun (kata benda).
Rumus:
Subject + to be + noun
Contoh:
I am a student.
Saya adalah seorang siswa.
He is a teacher.
Dia adalah seorang guru.
She is a doctor.
Dia adalah seorang dokter.
We are students.
Kami adalah siswa.
They are teachers.
Mereka adalah guru.
Past:
I was a student.
Saya dulu adalah seorang siswa.
He was a teacher.
Dia dulu adalah seorang guru.
They were students.
Mereka dulu adalah siswa.
F. TO BE + ADJECTIVE
To be juga digunakan sebelum adjective (kata sifat).
Rumus:
Subject + to be + adjective
Contoh:
I am happy.
Saya bahagia.
She is beautiful.
Dia cantik.
He is smart.
Dia pintar.
We are tired.
Kami lelah.
They are angry.
Mereka marah.
Past:
I was happy yesterday.
Saya bahagia kemarin.
She was tired.
Dia lelah.
They were angry.
Mereka marah.
G. TO BE + PLACE
To be dapat digunakan untuk menunjukkan tempat atau lokasi.
Rumus:
Subject + to be + place
Contoh:
I am at school.
Saya berada di sekolah.
She is in the classroom.
Dia berada di dalam kelas.
He is at home.
Dia berada di rumah.
We are in the library.
Kami berada di perpustakaan.
They are at the park.
Mereka berada di taman.
Past:
I was at school yesterday.
Saya berada di sekolah kemarin.
She was at home last night.
Dia berada di rumah tadi malam.
They were in the classroom.
Mereka berada di dalam kelas.
H. TO BE + V-ING
To be juga digunakan dalam Present Continuous Tense dan Past Continuous Tense.
Present Continuous
Rumus:
Subject + am/is/are + V-ing
Contoh:
I am studying English.
Saya sedang belajar bahasa Inggris.
She is reading a book.
Dia sedang membaca buku.
He is playing football.
Dia sedang bermain sepak bola.
We are studying.
Kami sedang belajar.
They are watching television.
Mereka sedang menonton televisi.
Past Continuous
Rumus:
Subject + was/were + V-ing
Contoh:
I was studying English.
Saya sedang belajar bahasa Inggris.
She was reading a book.
Dia sedang membaca buku.
He was playing football.
Dia sedang bermain sepak bola.
We were studying.
Kami sedang belajar.
They were watching television.
Mereka sedang menonton televisi.
I. KALIMAT POSITIF
Present
Rumus:
S + am/is/are + complement
Contoh:
- I am happy.
Saya bahagia. - He is smart.
Dia pintar. - She is beautiful.
Dia cantik. - We are students.
Kami adalah siswa. - They are tired.
Mereka lelah.
Past
Rumus:
S + was/were + complement
Contoh:
- I was happy.
Saya bahagia. - He was sick.
Dia sakit. - She was at home.
Dia berada di rumah. - We were tired.
Kami lelah. - They were students.
Mereka adalah siswa.
J. KALIMAT NEGATIF
Untuk membuat kalimat negatif, tambahkan not setelah to be.
Present
am → am not
is → is not / isn’t
are → are not / aren’t
Contoh:
I am not tired.
Saya tidak lelah.
He is not a teacher.
Dia bukan seorang guru.
She isn’t angry.
Dia tidak marah.
We are not ready.
Kami belum siap.
They aren’t at school.
Mereka tidak berada di sekolah.
Past
was → was not / wasn’t
were → were not / weren’t
Contoh:
I was not tired.
Saya tidak lelah.
He wasn’t sick.
Dia tidak sakit.
She was not at home.
Dia tidak berada di rumah.
We weren’t late.
Kami tidak terlambat.
They weren’t happy.
Mereka tidak bahagia.
K. KALIMAT INTERROGATIVE
Untuk membuat pertanyaan, to be diletakkan di depan subject.
Present
Rumus:
Am/Is/Are + S + complement?
Contoh:
Am I late?
Apakah saya terlambat?
Is he a student?
Apakah dia seorang siswa?
Is she happy?
Apakah dia bahagia?
Are you ready?
Apakah kamu siap?
Are they at school?
Apakah mereka berada di sekolah?
L. TO BE – BEEN
1. Apa itu “Been”?
Been adalah past participle (V3) dari kata kerja be.
Urutannya:
be → was/were → been
Namun, been tidak digunakan sendirian sebagai to be. Biasanya been membutuhkan auxiliary verb, terutama have, has, atau had.
Contoh:
- I have been busy.
Saya sudah sibuk. - She has been sick.
Dia sudah sakit. - They had been here.
Mereka sudah berada di sini.
2. Bentuk Lengkap BE
| Bentuk | Fungsi |
|---|---|
| be | bentuk dasar |
| am | present |
| is | present |
| are | present |
| was | past |
| were | past |
| been | past participle / V3 |
| being | present participle / V-ing |
Jadi:
BE → AM/IS/ARE → WAS/WERE → BEEN → BEING
3. BEEN dalam Present Perfect
Pola yang paling sering adalah:
Subject + have/has + been + complement
Have digunakan untuk:
- I
- You
- We
- They
Has digunakan untuk:
- He
- She
- It
Contoh:
I have been busy.
Saya sudah sibuk.
You have been helpful.
Kamu sudah membantu.
We have been happy.
Kami sudah bahagia.
They have been tired.
Mereka sudah lelah.
He has been sick.
Dia sudah sakit.
She has been beautiful.
Dia sudah cantik.
4. BEEN + ADJECTIVE
Been dapat diikuti oleh adjective (kata sifat).
Rumus:
S + have/has + been + adjective
Contoh:
I have been tired.
Saya sudah lelah.
She has been busy.
Dia sudah sibuk.
He has been sick.
Dia sudah sakit.
They have been happy.
Mereka sudah bahagia.
Perhatikan:
She is sick.
Dia sakit. → keadaan sekarang.
She was sick.
Dia sakit. → keadaan di masa lalu.
She has been sick.
Dia sudah/sedang mengalami keadaan sakit. → keadaan yang berkaitan dengan periode sampai sekarang.
5. BEEN + NOUN
Been juga dapat digunakan sebelum noun.
Rumus:
S + have/has + been + noun
Contoh:
I have been a teacher for five years.
Saya telah menjadi guru selama lima tahun.
He has been a student since 2024.
Dia telah menjadi siswa sejak tahun 2024.
She has been a member of the club for two years.
Dia telah menjadi anggota klub selama dua tahun.
6. BEEN + TEMPAT
Been juga sering digunakan untuk menunjukkan pengalaman pernah berada atau pergi ke suatu tempat.
Rumus:
S + have/has + been + place
Contoh:
I have been to Bali.
Saya pernah ke Bali.
She has been to Jakarta.
Dia pernah ke Jakarta.
They have been to Singapore.
Mereka pernah ke Singapura.
Penting:
I have been to Bali.
= Saya pernah pergi ke Bali dan sudah kembali.
Berbeda dengan:
I have gone to Bali.
= Saya sudah pergi ke Bali dan konteksnya menunjukkan bahwa saya masih berada di sana atau belum kembali.



Post Comment