Mulailah membuat catatan Cornell dengan membagi halaman menjadi ruang catatan utama, kolom pertanyaan, dan bagian ringkasan. Setelah pelajaran selesai, olah isi catatan menjadi bahan untuk menguji pemahaman. Dengan demikian, kamu terus menggunakan halaman tersebut, bukan sekadar menyimpannya sampai menjelang ujian.[1]
Pernah merasa rajin mencatat tetapi tetap bingung saat belajar? Bisa jadi catatanmu sudah memuat banyak informasi, tetapi belum menunjukkan apa yang perlu kamu pahami. Untuk mengatasinya, cobalah menggunakan metode Cornell dalam satu pertemuan terlebih dahulu.
Apa itu metode Cornell?
Walter Pauk, pendidik di Cornell University, mengembangkan sistem pencatatan ini. Namun, kamu tidak harus memakai satu format untuk seluruh mata pelajaran. Learning Strategies Center Cornell juga mengingatkan bahwa pelajar perlu mencoba beberapa metode untuk menemukan cara yang sesuai dengan situasinya.[2]
Bayangkan catatan sebagai tempat kerja. Ruang utama menampung informasi, sedangkan kolom samping membantu kamu menyusun pertanyaan. Sementara itu, bagian ringkasan memberi ruang untuk merumuskan inti materi. Dengan pembagian tersebut, kamu memiliki panduan saat kembali mempelajari catatan.
Siapkan halaman tanpa membuatnya rumit
Pertama, gunakan buku yang sudah kamu punya. Sisakan kolom sempit di sebelah kiri, kolom lebih lebar di kanan, dan ruang ringkasan di bagian bawah. Selanjutnya, sesuaikan proporsinya dengan ukuran tulisan dan banyaknya materi.
Tulis nama pelajaran, topik, serta tanggal di bagian atas. Jika kamu mengikuti kuliah yang memakai slide, tambahkan nomor slide atau halaman buku pada bagian terkait. Dengan begitu, kamu lebih mudah mencari penjelasan ketika menemukan istilah yang belum jelas.
Untuk percobaan awal, satu pena dan satu penanda pertanyaan sudah cukup. Karena itu, kamu tidak perlu menghabiskan waktu memilih warna. Utamakan susunan halaman yang mudah kamu baca ulang.
Isi kolom utama saat pelajaran berlangsung
Saat pelajaran berlangsung, tangkap gagasan utama, hubungan antarkonsep, contoh penting, dan langkah pengerjaan. Panduan Cornell menyarankan pencatatan ringkas selama kelas.[1] Oleh karena itu, hindari mengejar setiap kalimat sampai kamu kehilangan penjelasan berikutnya.
Misalnya, ketika guru menerangkan tiga penyebab suatu peristiwa, tulis ketiga penyebab beserta hubungan singkatnya. Untuk materi perhitungan, catat urutan penurunan rumus serta asumsi yang dosen gunakan. Jadi, pilih bentuk catatan berdasarkan jenis informasi yang kamu pelajari.
Selain mencatat penjelasan, gunakan tanda tanya pada bagian yang belum kamu pahami. Sebagai contoh, tulis “mengapa memakai rumus ini?” di samping langkah yang terasa melompat. Setelah kelas, gunakan tanda tersebut untuk menyusun pertanyaan kepada pengajar.
Ubah isi catatan menjadi pertanyaan
Setelah kelas selesai, baca kembali catatan dan tuliskan pertanyaan di kolom kiri. Pastikan setiap pertanyaan mengarah pada penjelasan di kolom utama. Langkah ini termasuk dalam alur Cornell, bersama kegiatan menjawab kembali, merefleksikan, dan meninjau catatan.[1]
Sebagai perbandingan, perhatikan dua penanda berikut: “diskon” dan “bagaimana menghitung harga setelah diskon?”. Penanda pertama hanya menyebutkan topik, sedangkan penanda kedua memberi tugas yang jelas. Dengan pertanyaan tersebut, kamu memiliki arahan untuk melatih pemahaman.
Untuk topik yang lebih rumit, variasikan pertanyaanmu. Selain menanyakan definisi, tanyakan alasan, perbandingan, dan contoh penerapan. Jika semua pertanyaan masih berfokus pada hafalan istilah, tambahkan satu pertanyaan tentang kapan kamu perlu menggunakan konsep itu.
Contoh catatan Cornell yang bisa kamu tiru
Agar lebih mudah membayangkannya, perhatikan contoh buatan untuk materi persentase berikut. Contoh ini menunjukkan penggunaan format, bukan menyalin catatan kelas atau hasil penelitian.
| Pertanyaan pengingat | Catatan utama |
|---|---|
| Bagaimana menghitung potongan harga? | Harga awal × persentase diskon. |
| Berapa potongan 20% dari Rp75.000? | 0,20 × Rp75.000 = Rp15.000. |
| Berapa uang yang perlu kamu keluarkan? | Rp75.000 − Rp15.000 = Rp60.000. |
| Bagaimana mengecek hasil? | Harga akhir sebesar 80% dari harga awal: 0,80 × Rp75.000 = Rp60.000. |
Kemudian, tulis ringkasan di bagian bawah halaman. Misalnya: “Hitung besar potongan dari harga awal, lalu kurangi harga awal dengan potongan tersebut.” Sebagai batasan, tambahkan bahwa contoh ini tidak memasukkan pajak, ongkos kirim, atau diskon bertingkat.
Selanjutnya, ubah angkanya sendiri. Coba harga Rp120.000 dengan diskon 15 persen dan kerjakan tanpa menyalin langkah di tabel. Setelah itu, periksa apakah kamu memperoleh potongan Rp18.000 dan harga akhir Rp102.000.
Gunakan catatan untuk latihan singkat
Untuk mulai berlatih, tutup kolom catatan utama dan jelaskan isi materi dengan melihat pertanyaannya. Setelah selesai, buka kembali catatan untuk memeriksa bagian yang keliru.[1] Meskipun suatu jawaban terasa familier, pastikan kamu benar-benar mampu menjelaskannya.
Cornell menjelaskan bahwa latihan mengambil informasi dari ingatan dapat membantu pelajar mengenali tingkat pemahaman mereka terhadap setiap bagian materi.[3] Untuk memperdalam penerapannya, baca juga panduan active recall untuk belajar di PenaKopi.
Sebagai langkah praktis, tandai jawabanmu dengan tiga status: lancar, perlu melihat petunjuk, dan belum paham. Selanjutnya, gunakan hasilnya untuk memilih bahan sesi berikutnya. Misalnya, pelajari kembali penjelasan yang belum kamu pahami sebelum mencoba menjawab pertanyaannya lagi.
Perlu kamu ingat, status tersebut hanya membantu mengatur kegiatan belajar. Jadi, jangan menganggapnya sebagai penilaian menyeluruh atas kemampuanmu.
Sesuaikan untuk materi yang berbeda
Pada pelajaran sejarah, gunakan pertanyaan tentang urutan dan hubungan peristiwa. Sementara itu, untuk pelajaran bahasa, tulis contoh buatanmu sendiri di sebelah pola kalimat. Pada matematika, sediakan ruang lebih besar untuk langkah perhitungan.
Jika suatu materi membutuhkan bagan luas, gunakan halaman tambahan. Kemudian, hubungkan kedua halaman dengan nomor atau penanda yang jelas. Dengan cara ini, kamu tetap dapat mengikuti struktur Cornell tanpa memaksakan gambar atau rumus panjang masuk ke kolom sempit.
Mulai dari satu pertemuan
Sebagai langkah awal, pilih satu pelajaran minggu ini dan gunakan halaman Cornell sampai tahap latihan. Sesudahnya, periksa apakah kamu lebih mudah menemukan gagasan penting, mengajukan pertanyaan, dan mengenali bagian yang masih membingungkan.
Berdasarkan pengalaman tersebut, pertahankan bagian yang berguna dan ubah bagian yang menghambat. Misalnya, perlebar kolom utama jika kamu membutuhkan banyak ruang untuk perhitungan. Pada akhirnya, utamakan catatan yang membantumu mengolah materi dan menguji pemahaman.
Sumber dan Referensi
- Cornell University Learning Strategies Center. The Cornell Note-taking System. Tanggal akses sesuai naskah awal: 25 Oktober 2026.
- Cornell University Learning Strategies Center. The Cornell Note Taking System. Tanggal akses sesuai naskah awal: 25 Oktober 2026.
- Cornell University Learning Strategies Center. Effective Study Strategies. Tanggal akses sesuai naskah awal: 25 Oktober 2026.