Membaca catatan berkali-kali belum tentu membuat kita mampu menjawab pertanyaan ketika buku ditutup. Jika Anda mencari cara belajar agar tidak cepat lupa, cobalah active recall: berlatih mengambil kembali informasi dari ingatan sebelum memeriksa jawabannya. Teknik ini membantu Anda melihat bagian yang sudah dipahami dan bagian yang masih membutuhkan latihan.
Bayangkan Anda sedang belajar kosakata bahasa Inggris. Saat melihat kata beserta terjemahannya, semuanya terasa mudah. Namun, ketika diminta menyebutkan kata tersebut dalam sebuah percakapan, jawabannya belum tentu muncul. Latihan mengingat tanpa bantuan catatan memberi kesempatan untuk menguji kemampuan itu secara langsung.
Mengenal active recall
Active recall dilakukan dengan mencoba menjawab pertanyaan, menjelaskan konsep, atau menuliskan kembali materi tanpa melihat sumber terlebih dahulu. Setelah itu, jawaban diperiksa dan diperbaiki. Kajian Dunlosky dan rekan-rekan menempatkan practice testing, yang melibatkan latihan mengambil informasi dari ingatan, sebagai teknik belajar dengan kegunaan tinggi dalam berbagai kondisi belajar.[1]
Anda tetap perlu membaca dan memahami materi sebelum berlatih. Active recall bukan alasan untuk melewati penjelasan dasar atau menebak tanpa memeriksa kebenarannya. Manfaat praktisnya adalah membuat hasil belajar lebih terlihat: Anda memiliki jawaban yang bisa dibandingkan dengan materi, bukan sekadar perasaan sudah mengenalnya.
Cara mencoba dengan satu materi
Pilih topik kecil, misalnya perbedaan adjective dan adverb. Baca penjelasan serta contohnya, lalu buat tiga pertanyaan: apa fungsi masing-masing, di mana penggunaannya, dan bagaimana contoh kalimatnya. Tutup sumber sebelum menjawab.
Tuliskan jawaban dengan bahasa sendiri. Jika belum bisa menjawab, tandai bagian tersebut tanpa langsung menyalin satu paragraf dari buku. Buka kembali sumber, cari penjelasan yang diperlukan, lalu coba menjawab lagi setelah jeda. Periksa ketepatan alasan Anda, bukan hanya apakah jawabannya terdengar mirip.
Contoh latihan bahasa Inggris
Berikut contoh latihan buatan redaksi. Lengkapi kalimat “She speaks English …” dengan pilihan “fluent” atau “fluently”. Sebelum membuka kunci, jelaskan kata mana yang sedang diterangkan.
Jawabannya adalah “fluently”, karena kata tersebut menerangkan cara berbicara. Bandingkan dengan “She is a fluent speaker”, ketika “fluent” menerangkan kata benda “speaker”. Apabila Anda memilih jawaban benar tetapi belum bisa menjelaskan alasannya, ulangi bagian konsepnya.
Untuk materi lain, ubah pertanyaannya. Pada sejarah, minta diri sendiri menjelaskan hubungan dua peristiwa. Pada matematika, kerjakan soal beserta langkahnya. Hindari hanya menghafalkan urutan jawaban dari latihan yang sama.
Mengukur kemajuan dengan sederhana
Gunakan tiga tanda pada daftar pertanyaan: sudah bisa dijelaskan, masih ragu, dan belum bisa dijawab. Pada sesi berikutnya, mulai dari bagian yang belum dikuasai, lalu periksa kembali sebagian materi yang sudah terasa mudah.
Anda tidak perlu langsung membuat puluhan kartu belajar. Mulailah dari lima pertanyaan untuk satu topik. Setelah beberapa sesi, bandingkan jawaban Anda. Perubahan yang dicari adalah jawaban yang semakin tepat dan penjelasan yang semakin jelas, bukan sekadar catatan yang semakin banyak.
Sumber Referensi
[1] Dunlosky, J., Rawson, K. A., Marsh, E. J., Nathan, M. J., dan Willingham, D. T. (2013). Improving Students’ Learning With Effective Learning Techniques. Psychological Science in the Public Interest, 14(1), 4–58. https://doi.org/10.1177/1529100612453266