Spaced repetition membantu Anda mengulang materi dengan memberi jeda antarsesi belajar. Jika Anda sering merasa sudah hafal lalu lupa beberapa hari kemudian, pendekatan ini dapat membantu Anda menyusun latihan secara lebih teratur. Mulailah dari satu topik, lalu atur waktu untuk menguji kembali ingatan Anda.
Setiap pelajar memiliki kebutuhan yang berbeda. Sebagian pelajar menghafal kosakata, sebagian lainnya memahami istilah atau menyiapkan ujian. Karena itu, sesuaikan jadwal pengulangan dengan tingkat kesulitan materi dan hasil latihan. Jangan hanya mengikuti angka interval yang beredar di internet.
Mengapa memberi jeda dalam belajar
Dunlosky dan rekan-rekan menilai distributed practice, yaitu penyebaran latihan ke beberapa waktu, sebagai teknik belajar dengan kegunaan tinggi.[1] Temuan ini mendukung penerapan sesi belajar berjeda. Namun, Anda tetap perlu menyesuaikan jadwal dengan materi dan tenggat belajar karena satu pola tidak selalu cocok untuk semua kebutuhan.
Saat merancang jadwal, pisahkan waktu untuk mempelajari materi baru dan mengulang materi lama. Sediakan waktu untuk kedua kegiatan tersebut. Jika Anda menghabiskan seluruh waktu untuk menambah materi, Anda berisiko menumpuk bahan pengulangan tanpa sempat menguji pemahaman.
Contoh jadwal tujuh hari
Redaksi menyusun contoh jadwal berikut untuk membantu Anda mempelajari sepuluh kosakata. Pada hari pertama, pelajari arti setiap kata dan buat satu kalimat yang menggunakan kata tersebut. Pada hari kedua, cobalah mengingat artinya tanpa melihat catatan, lalu perbaiki jawaban yang keliru.
Pada hari ketiga, Anda dapat mempelajari materi lain. Pada hari keempat, uji kembali ingatan Anda terhadap sepuluh kata tersebut dengan urutan yang berbeda. Pada hari kelima dan keenam, gunakan beberapa kata dalam latihan menyusun kalimat. Pada hari ketujuh, uji seluruh kosakata dan catat kata yang masih menyulitkan Anda.
Jadwal ini memberikan contoh cara mengatur kegiatan belajar, bukan menetapkan rumus ilmiah yang harus Anda ikuti persis. Jika Anda belum mampu mengingat sebagian besar kata, kurangi jumlah materi dan tambahkan sesi pengulangan. Jika Anda sudah mampu menjawab semua pertanyaan dengan mudah, tingkatkan tantangan dengan menggunakan kata-kata tersebut dalam konteks yang berbeda.
Menentukan materi yang perlu Anda ulang
Setelah latihan, kelompokkan materi ke dalam tiga kategori: materi yang belum Anda kuasai, materi yang masih membuat Anda ragu saat menjawab, dan materi yang mampu Anda jelaskan dengan benar. Gunakan hasil pengelompokan tersebut untuk menyusun sesi berikutnya. Dahulukan materi yang sulit, lalu tetap uji penguasaan materi lainnya secara berkala.
Sebagai contoh, Anda mungkin mengingat arti “borrow” dan “lend”, tetapi masih sering menukar penggunaannya saat membuat kalimat. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, berlatihlah menyusun kalimat pada sesi berikutnya. Sesuaikan bentuk latihan dengan kesulitan yang Anda temukan, alih-alih sekadar membaca kembali kedua terjemahan.
Jika Anda melewatkan jadwal
Mulailah kembali dengan menguji ingatan secara singkat. Hindari menggandakan seluruh beban belajar dalam satu malam. Pilih beberapa pertanyaan untuk menilai kemampuan Anda mengingat materi saat ini, lalu tentukan bagian yang paling membutuhkan perhatian.
Buatlah tiga kolom dalam buku catatan: nama materi, tanggal latihan, dan catatan kesulitan. Anda dapat memulai dengan format sederhana ini. Aplikasi dapat membantu Anda mengatur pengingat, tetapi Anda tetap perlu memeriksa ketepatan jawaban dan pemahaman.
Untuk pekan pertama, pilih satu materi yang benar-benar Anda gunakan dalam kegiatan belajar. Setelah Anda menemukan jadwal yang realistis, tambahkan topik berikutnya. Dengan langkah ini, Anda dapat membangun rutinitas belajar sekaligus mencatat kemajuan untuk membantu persiapan ujian.
Sumber Referensi
[1] Dunlosky, J., dkk. (2013). Improving Students’ Learning With Effective Learning Techniques. https://doi.org/10.1177/1529100612453266