Cara membuat password yang kuat tidak harus dimulai dengan menghafal kombinasi huruf, angka, dan simbol yang rumit. Sebaliknya, kamu perlu memilih kata sandi yang panjang, unik untuk setiap akun, dan sulit ditebak. Selain itu, kamu bisa menggunakan pengelola kata sandi agar tidak perlu mengingat semua password sendiri. [1][2]
Jika kamu masih menggunakan satu password untuk email, media sosial, dan layanan belanja, sebaiknya prioritaskan keamanan email utama terlebih dahulu. Pasalnya, banyak layanan mengirim tautan pengaturan ulang password melalui email. Karena itu, seseorang yang mengambil alih emailmu berpotensi menguasai akun lain. [2]
Melalui panduan ini, kamu akan mempelajari cara membuat password yang aman, menyimpannya dengan benar, serta menambahkan perlindungan melalui autentikasi dua faktor dan passkey. Kamu juga akan mengetahui langkah yang perlu kamu lakukan ketika mengalami kebocoran password.
Apa yang Membuat Password Benar-Benar Kuat?
Utamakan Panjang dan Keunikan Password
Password yang panjang umumnya lebih sulit ditebak daripada kombinasi pendek yang terlihat rumit. Oleh karena itu, pertimbangkan penggunaan setidaknya 15 karakter jika layanan yang kamu gunakan mendukungnya.
Standar NIST SP 800-63B-4 yang terbit pada 2025 mengatur panjang minimum password berdasarkan metode autentikasi. Secara khusus, NIST mewajibkan penyedia layanan menerapkan minimal 15 karakter untuk password yang menjadi satu-satunya faktor autentikasi. Sementara itu, layanan yang menggabungkan password dengan autentikasi multifaktor dapat menerapkan batas minimum berbeda. [3]
Namun, aturan tersebut merupakan standar teknis bagi layanan yang menerapkannya. Dengan demikian, kamu tidak perlu menganggap semua website sudah menggunakan ketentuan yang sama.
Selain memperhatikan panjang karakter, buatlah password berbeda untuk setiap akun penting. Langkah ini membantu membatasi dampak kebocoran data pada satu layanan. Jika kamu menggunakan password yang sama di beberapa akun, pelaku dapat mencoba kombinasi tersebut untuk mengakses layanan lainnya.
Hindari Informasi Pribadi dan Pola Umum
Sebagian orang memilih tanggal lahir, nama lengkap, nomor telepon, atau nama hewan peliharaan agar lebih mudah mengingat password. Sayangnya, orang lain juga bisa menemukan informasi tersebut melalui media sosial.
Karena itu, hindari menggunakan data pribadi sebagai password. Sebagai gantinya, pilih kombinasi yang tidak memiliki hubungan langsung dengan identitasmu.
Selain informasi pribadi, hindari pola umum seperti 123456, qwerty, atau nama layanan yang hanya kamu tambahkan angka. Bahkan, mengganti satu huruf dengan simbol yang mudah diprediksi belum tentu membuat password lebih aman. [1]
Kamu juga sebaiknya tidak menyalin contoh password dari artikel, video, atau komentar publik. Pasalnya, banyak orang dapat melihat contoh tersebut sehingga kamu tidak bisa mengandalkannya sebagai kata sandi rahasia.
Cara Membuat Password Panjang yang Mudah Dikelola
Gunakan Password Manager untuk Setiap Akun
Pengelola kata sandi atau password manager membantu kamu membuat, menyimpan, dan menggunakan password yang berbeda untuk setiap layanan.
Melalui fitur ini, kamu dapat menghasilkan kombinasi acak tanpa harus menghafalnya satu per satu. Selain itu, beberapa password manager menyediakan fitur pengisian otomatis ketika kamu membuka halaman login. [2][4]
Kamu dapat menemukan fitur tersebut pada sebagian browser, sistem operasi, atau aplikasi pengelola kata sandi khusus.
Untuk mulai menggunakannya, ikuti langkah berikut:
- Pilih satu akun yang ingin kamu amankan terlebih dahulu.
- Buka pengaturan keamanan melalui situs atau aplikasi resmi.
- Gunakan fitur pembuatan password untuk menghasilkan kombinasi baru.
- Simpan password melalui pengelola kata sandi.
- Pastikan password baru sudah tersimpan dengan benar.
- Periksa metode pemulihan agar kamu tetap bisa mengakses akun jika perangkat hilang.
Selanjutnya, pilih password manager yang memiliki reputasi baik dan menyediakan fitur keamanan memadai. Pelajari juga prosedur pemulihannya sebelum kamu menyimpan banyak akun.
Jika pengelola tersebut menggunakan password utama, buatlah kombinasi yang panjang dan kuat. Kemudian, aktifkan autentikasi tambahan apabila layanan menyediakan fitur tersebut.
Gunakan Frasa Sandi Jika Perlu Mengingat Password
Selain menggunakan password manager, kamu dapat memilih frasa sandi atau passphrase jika ingin mengingat password sendiri.
Frasa sandi menggabungkan beberapa kata yang tidak saling berkaitan. Dengan pendekatan ini, kamu bisa membuat password panjang yang relatif mudah kamu ingat.
Namun, pilihlah kata-kata secara acak. Hindari kutipan terkenal, lirik lagu, atau kalimat populer dari internet karena orang lain mungkin dapat menebaknya. [2]
Selanjutnya, buat rangkaian kata sendiri dan jangan menyalin contoh yang sudah beredar.
Jika layanan tidak menerima spasi atau menetapkan aturan karakter tertentu, sesuaikan frasa sandi dengan ketentuan tersebut. Meski begitu, tetap gunakan kombinasi yang berbeda untuk setiap akun.
Tambahkan Perlindungan dengan 2FA dan Passkey
Aktifkan Autentikasi Dua Faktor
Password yang kuat merupakan langkah awal untuk melindungi akun. Namun, kamu tetap memerlukan perlindungan tambahan untuk mengurangi risiko pengambilalihan akun.
Salah satu caranya adalah mengaktifkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA).
Fitur ini meminta bukti tambahan ketika kamu melakukan login. Misalnya, setelah memasukkan password, kamu harus mengonfirmasi identitas melalui aplikasi autentikator atau kunci keamanan.
Dengan demikian, pelaku yang mengetahui password belum tentu dapat mengakses akun tanpa faktor autentikasi tambahan.
Jika layanan menyediakan beberapa metode 2FA, utamakan aplikasi autentikator atau kunci keamanan daripada hanya mengandalkan kode SMS. Alasannya, metode tersebut umumnya menawarkan perlindungan lebih baik terhadap risiko tertentu. [2]
Selain itu, jangan pernah memberikan kode verifikasi kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas layanan.
Setelah mengaktifkan 2FA, periksa metode pemulihan yang tersedia. Kemudian, simpan kode cadangan di tempat aman. Pastikan kamu tetap dapat mengakses kode tersebut ketika ponsel rusak atau hilang.
Kenali Passkey sebagai Pilihan Login yang Lebih Tahan Phishing
Selain 2FA, beberapa layanan kini menawarkan metode login menggunakan passkey.
Passkey memungkinkan kamu masuk ke akun melalui mekanisme keamanan perangkat, seperti PIN layar, sidik jari, atau pengenalan wajah. Dengan teknologi ini, kamu tidak perlu mengetik password setiap kali menggunakan layanan yang mendukungnya.
Menurut Google, passkey dirancang agar lebih tahan terhadap serangan phishing atau penipuan melalui halaman login palsu dibandingkan password biasa. [4][5]
Meski demikian, belum semua layanan dan perangkat menyediakan fitur tersebut. Karena itu, periksa menu keamanan akun untuk memastikan apakah kamu dapat menggunakannya.
Untuk akun Google, panduan resmi yang terbit pada 8 Oktober 2026 menjelaskan cara membuat passkey melalui halaman g.co/passkeys. Kamu dapat membuka halaman tersebut, memilih opsi pembuatan passkey, lalu mengikuti petunjuk yang muncul di layar. [5]
Sebaiknya gunakan perangkat pribadi yang memiliki pengamanan layar. Sebaliknya, hindari membuat passkey pada perangkat bersama yang tidak kamu kendalikan.
Walaupun sudah menggunakan passkey, kamu tetap perlu memperbarui informasi pemulihan akun. Langkah ini membantu kamu mempertahankan akses ketika mengalami masalah pada perangkat utama.
Periksa Email dan Nomor Pemulihan Akun
Password yang kuat belum tentu melindungi akun sepenuhnya jika orang lain dapat mengambil alih email pemulihan.
Oleh sebab itu, periksa alamat email dan nomor telepon yang terhubung dengan akun pentingmu. Pastikan keduanya masih aktif dan dapat kamu akses. [1]
Selanjutnya, tinjau kembali metode pemulihan yang tersedia. Jika kamu menemukan alamat email atau nomor telepon lama yang sudah tidak digunakan, segera perbarui melalui pengaturan resmi layanan.
Namun, jangan menyimpan password asli atau kode pemulihan dalam catatan terbuka, daftar biasa, maupun tabel kerja.
Jika kamu perlu mencadangkan informasi pemulihan, pilih mekanisme penyimpanan yang aman. Selain itu, pastikan kamu tetap memiliki cara untuk mengakses cadangan tersebut ketika perangkat utama hilang.
Untuk mengetahui cara melindungi dokumen dan data penting lainnya, kamu juga dapat membaca panduan PenaKopi tentang cara backup file penting dan memulihkannya kembali.
Panduan tersebut membahas pencadangan file secara umum, bukan tempat untuk membagikan password atau kode rahasia.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Password Bocor?
Ketika layanan memberikan peringatan kebocoran password, segera periksa keamanan akunmu.
Pertama, buat password baru yang panjang, unik, dan sulit ditebak. Hindari hanya menambahkan satu angka atau simbol pada password lama karena perubahan sederhana belum tentu memberikan perlindungan memadai.
Selanjutnya, periksa akun lain yang menggunakan password sama atau mirip. Jika kamu menemukannya, segera ganti kombinasi tersebut agar kebocoran pada satu layanan tidak membahayakan akun lainnya. [2]
Untuk mengurangi risiko penipuan, buka aplikasi resmi atau ketik sendiri alamat website yang benar. Sebaliknya, hindari memasukkan password melalui tautan pesan yang mencurigakan.
Setelah itu, lakukan pemeriksaan keamanan berikut:
- Buka pengaturan keamanan akun melalui layanan resmi.
- Periksa daftar perangkat atau sesi login yang masih aktif.
- Keluarkan perangkat yang tidak kamu kenali jika layanan menyediakan fitur tersebut.
- Aktifkan atau perkuat autentikasi dua faktor.
- Tinjau email dan nomor telepon pemulihan.
- Periksa pemberitahuan aktivitas akun yang tidak biasa.
Apabila kamu sudah kehilangan akses ke akun, segera ikuti prosedur pemulihan resmi dari penyedia layanan.
Dengan langkah tersebut, kamu dapat mengurangi risiko lanjutan sekaligus memperkuat keamanan akun setelah terjadi kebocoran.
Apakah Password Harus Diganti Setiap Tiga Bulan?
Tidak selalu. Kamu tidak harus mengganti password setiap tiga bulan hanya karena mengikuti jadwal tertentu.
NIST tidak mewajibkan penyedia layanan memaksa pengguna mengganti password secara berkala tanpa alasan keamanan yang jelas. Sebaliknya, penggantian perlu dilakukan ketika terdapat bukti atau indikasi password telah bocor maupun disalahgunakan. [3]
Selain itu, pengguna tetap perlu mengikuti permintaan penggantian password yang sah dari layanan terkait.
Perubahan terlalu sering juga dapat mendorong seseorang membuat pola password yang mudah ditebak. Misalnya, pengguna hanya mengganti angka terakhir setiap kali memperbarui kata sandi.
Karena itu, lebih baik fokus pada panjang dan keunikan password, penggunaan password manager, serta perlindungan autentikasi tambahan.
Checklist Pengamanan Akun yang Bisa Kamu Gunakan
Setelah memahami cara membuat password yang kuat, kamu dapat mulai memeriksa keamanan akun secara bertahap.
Sebagai langkah awal, prioritaskan email utama karena akun tersebut sering menjadi sarana pemulihan untuk layanan lainnya.
Kemudian, gunakan checklist berikut:
- Buka akun melalui situs atau aplikasi resmi, bukan tautan mencurigakan.
- Pastikan password cukup panjang dan berbeda dari akun lain.
- Simpan password melalui pengelola kata sandi tepercaya jika kamu menggunakannya.
- Aktifkan 2FA atau passkey apabila layanan mendukung fitur tersebut.
- Perbarui email, nomor telepon, serta metode pemulihan akun.
- Periksa perangkat yang masih login dan tinjau pemberitahuan keamanan.
Selain checklist tersebut, kamu dapat menggunakan tabel sederhana untuk mencatat perkembangan pemeriksaan akun.
| Kelompok akun | Password unik? | 2FA/passkey aktif? | Pemulihan diperiksa? |
|---|---|---|---|
| Email utama | Belum dicek | Belum dicek | Belum dicek |
| Media sosial | Belum dicek | Belum dicek | Belum dicek |
| Belanja dan pembayaran | Belum dicek | Belum dicek | Belum dicek |
Tabel ini merupakan contoh alat bantu editorial untuk memantau keamanan akun, bukan hasil pengujian keamanan yang dilakukan redaksi.
Penting: Jangan pernah memasukkan password asli atau kode cadangan ke dalam tabel tersebut. Cukup gunakan informasi status pemeriksaan agar kamu dapat memantau progres tanpa membocorkan data rahasia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Password dengan Banyak Simbol Selalu Lebih Aman?
Tidak selalu. Password yang menggunakan banyak simbol belum tentu lebih aman jika kombinasi tersebut pendek atau mudah ditebak.
Sebaliknya, panjang, keunikan, dan tingkat kesulitan dalam menebak password memiliki peran penting.
Karena itu, utamakan kombinasi yang panjang dan unik. Jika layanan mewajibkan penggunaan karakter tertentu, ikuti ketentuannya tanpa mengorbankan panjang dan keunikan password. [3]
Mana yang Lebih Baik: Password Manager atau Menghafal Semua Password?
Password manager membantu kamu membuat dan menyimpan kombinasi berbeda untuk banyak akun. Selain itu, fitur tersebut dapat mengurangi kebutuhan untuk menghafal setiap password.
Namun, kamu tetap perlu menjaga keamanan password utama serta metode pemulihan yang tersedia.
Jika memilih menghafal password sendiri, gunakan kombinasi yang kuat dan berbeda untuk setiap layanan. Jangan menggunakan ulang password hanya karena kamu kesulitan mengingat banyak kombinasi. [2]
Apakah Passkey Menggantikan Semua Password?
Belum tentu. Saat ini, tidak semua layanan mendukung passkey. Selain itu, sebagian akun masih menyediakan metode login lain.
Karena itu, pilih metode autentikasi yang benar-benar didukung oleh layanan dan perangkatmu.
Walaupun menggunakan passkey, kamu tetap perlu menjaga keamanan perangkat serta mempertahankan metode pemulihan akun yang aman. [4][5]
Kesimpulan
Cara membuat password yang kuat dimulai dari tiga kebiasaan utama, yaitu memilih kombinasi panjang, menggunakan password unik untuk setiap akun, dan menyimpannya dengan aman.
Selain itu, kamu dapat menggunakan password manager agar lebih mudah mengelola banyak akun. Kemudian, tambahkan autentikasi dua faktor atau passkey jika layanan menyediakan fitur tersebut.
Jangan lupa memeriksa email, nomor telepon, serta metode pemulihan akun. Dengan begitu, kamu dapat mengurangi risiko kehilangan akses akibat masalah keamanan.
Kamu juga tidak harus memperbaiki semua akun sekaligus. Sebagai langkah awal, periksa keamanan email utama. Setelah itu, lanjutkan ke media sosial, layanan belanja, dan akun penting lainnya.
Pada akhirnya, kebiasaan menjaga password secara konsisten lebih bermanfaat daripada sekadar mengganti kata sandi secara rutin tetapi tetap menggunakan pola yang mudah ditebak.
Sumber dan Referensi
[1] Google. Membuat sandi yang kuat dan akun yang lebih aman. Bantuan Google.
[2] Federal Trade Commission. Creating Strong Passwords and Other Ways To Protect Your Accounts. November 2024.
[3] National Institute of Standards and Technology. SP 800-63B-4: Digital Identity Guidelines — Authentication and Authenticator Management. 2025.
[4] Google Safety Center. Authentication: The Safer Way to Sign In. Panduan password manager, 2FA, passkey, dan pemulihan.
[5] Google Blog. Sign In Quickly and Securely with Passkeys. 8 Oktober 2026.