Mengapa kita menulis I am ready, They are ready, dan She was ready yesterday? Ketiga kalimat tersebut menggunakan bentuk kata kerja yang sama, yaitu be. Namun, perbedaan subjek dan waktu membuat bentuknya berubah.
Dalam pelajaran bahasa Inggris, kita sering mengenal bentuk tersebut sebagai to be. Selain membantu menjelaskan identitas, sifat, dan keadaan, be juga berfungsi sebagai kata kerja bantu dalam berbagai konstruksi grammar.
Oleh karena itu, memahami to be tidak cukup hanya dengan menghafal pasangan I am, she is, atau they are. Kita juga perlu memahami kapan menggunakan am, is, are, was, were, be, been, dan being.
Artikel ini membahas pengertian, fungsi, aturan penggunaan, contoh kalimat, serta kesalahan yang sering muncul. Selain itu, tersedia 15 soal latihan lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan.
Apa Itu To Be dalam Bahasa Inggris?
Be merupakan kata kerja bahasa Inggris yang dapat berfungsi sebagai main verb (kata kerja utama) maupun auxiliary verb (kata kerja bantu).
Sebagai kata kerja utama, be membantu menjelaskan identitas, profesi, sifat, keadaan, lokasi, atau informasi lain mengenai subjek.
Sementara itu, ketika menjadi kata kerja bantu, be membantu membentuk konstruksi continuous tense dan passive voice.
Dengan demikian, kata be tidak selalu berarti “adalah”. Maknanya bergantung pada hubungan antara subjek dan unsur lain dalam kalimat. [1]
Mengapa disebut to be?
Istilah to be berasal dari bentuk infinitif yang menggunakan kata to sebelum bentuk dasar be.
Namun, dalam kalimat sehari-hari, penutur tidak selalu menuliskan kata to. Sebaliknya, bahasa Inggris menyesuaikan bentuk be dengan subjek, waktu, dan struktur kalimat.
Sebagai contoh, perhatikan kalimat berikut:
- I am a student.
- They were late.
- Please be careful.
- We have been busy.
Pada contoh pertama, am menunjukkan keadaan pada masa sekarang. Sementara itu, were pada contoh kedua menjelaskan keadaan masa lalu.
Berbeda dari keduanya, be pada kalimat ketiga muncul dalam bentuk dasar setelah please pada sebuah instruksi.
Selain itu, been pada contoh terakhir merupakan bentuk past participle yang mengikuti auxiliary have.
Oleh karena itu, kita perlu mempelajari bentuk be berdasarkan fungsi dan susunan kalimatnya.
Tabel To Be: Am, Is, Are, Was, Were, dan Been
Untuk memahami perbedaan bentuk to be, perhatikan tabel berikut.
| Subjek | Present | Past | Contoh present | Contoh past |
|---|---|---|---|---|
| I | am | was | I am calm. | I was calm. |
| You | are | were | You are here. | You were here. |
| He / She / It | is | was | She is busy. | She was busy. |
| We / They | are | were | They are ready. | They were ready. |
Berdasarkan tabel tersebut, subjek menentukan bentuk be yang sesuai pada masa sekarang.
Sebagai contoh, I menggunakan am, sedangkan he, she, dan it biasanya menggunakan is.
Sementara itu, subjek you, we, dan they menggunakan are pada present tense.
Ketika membicarakan masa lalu, kita menggunakan was atau were sesuai subjek dan konstruksi kalimat.
Namun, bentuk be tidak hanya terdiri atas lima kata tersebut. Kita juga mengenal be, been, dan being.
Perbedaan be, been, dan being
Bentuk dasar be muncul setelah modal seperti will, can, atau must dalam konstruksi yang sesuai.
Sebagai contoh:
She will be here.
Karena modal will diikuti bentuk dasar, kita tidak menulis She will is here.
Sementara itu, been merupakan past participle dari be.
Contohnya:
We have been busy.
Adapun being merupakan bentuk -ing dari be yang dapat muncul dalam konstruksi tertentu.
Dengan demikian, ketiga bentuk tersebut mempunyai fungsi berbeda. Oleh karena itu, jangan mengganti am, is, atau are dengan been atau being tanpa memeriksa struktur kalimat. [1]
Cara mengenali subjek sebenarnya
Salah satu kesalahan yang sering muncul adalah memilih be berdasarkan kata benda yang paling dekat dengan kata kerja.
Namun, kita harus memperhatikan inti subjek dalam kalimat.
Sebagai contoh:
The box of pencils is heavy.
Dalam kalimat tersebut, subjek intinya adalah box, bukan pencils.
Karena itu, kata kerja yang sesuai adalah is.
Sebaliknya, perhatikan:
The pencils in the box are new.
Pada kalimat kedua, subjek intinya adalah pencils yang berbentuk jamak. Oleh karena itu, kita menggunakan are.
Untuk pembahasan lebih lengkap, baca artikel Subject–Verb Agreement.
Penggunaan To Be sebagai Kata Kerja Utama
Ketika menjadi main verb, be membantu menjelaskan informasi tentang subjek.
Secara umum, informasi tersebut dapat berupa identitas, profesi, keadaan, sifat, lokasi, atau waktu.
Namun, penggunaannya tidak selalu memiliki terjemahan kata demi kata yang sama dalam bahasa Indonesia.
Menjelaskan identitas atau profesi
Kita dapat menggunakan be bersama noun phrase untuk menjelaskan identitas atau profesi seseorang.
Sebagai contoh:
Rani is an engineer.
Kalimat tersebut menjelaskan profesi Rani sebagai seorang insinyur.
Sementara itu, untuk subjek jamak, kita dapat menulis:
They are volunteers.
Dalam contoh kedua, are sesuai dengan subjek they.
Selain itu, article juga perlu mengikuti jenis dan bunyi awal noun.
Sebagai contoh, kata engineer menggunakan an karena memiliki bunyi awal vokal.
Sebaliknya, We are students tidak membutuhkan a karena students merupakan plural noun.
Dengan demikian, penggunaan be juga berkaitan dengan aturan noun dan article.
Menjelaskan sifat atau keadaan
Selain identitas, be dapat menghubungkan subjek dengan adjective.
Sebagai contoh:
The room is quiet.
Kalimat tersebut menjelaskan kondisi ruangan.
Sementara itu, I am tired menunjukkan keadaan pembicara.
Untuk masa lalu, kita dapat menggunakan:
The roads were wet yesterday.
Pada contoh terakhir, were menjelaskan keadaan jalan pada waktu sebelumnya.
Namun, ketiga kalimat tersebut tidak menggambarkan aktivitas yang sedang berlangsung.
Oleh karena itu, jangan otomatis menambahkan -ing hanya karena kamu sedang membicarakan keadaan saat ini.
Menunjukkan lokasi atau waktu
Dalam konteks tertentu, be juga membantu menjelaskan lokasi.
Sebagai contoh:
My notebook is on the desk.
Kalimat tersebut memberitahukan lokasi buku catatan.
Sementara itu, kita dapat menggunakan was ketika menjelaskan waktu suatu kegiatan pada masa lalu.
Contohnya:
The meeting was at seven.
Dengan demikian, pilihan be mengikuti waktu dan informasi yang ingin penutur sampaikan.
Selain itu, terjemahan bahasa Indonesia perlu mengikuti makna seluruh kalimat, bukan hanya satu kata kerja.
Menggunakan Am, Is, dan Are dalam Present Tense
Pada present tense, kita sering menggunakan am, is, dan are untuk menjelaskan keadaan atau informasi tentang subjek.
Namun, pola kalimat positif, negatif, dan pertanyaan memiliki susunan yang berbeda.
Kalimat positif dengan am, is, dan are
Rumus dasarnya adalah:
Subject + am/is/are + complement.
Sebagai contoh:
- I am a nurse.
- He is friendly.
- The windows are open.
Pada kalimat pertama, am menghubungkan subjek dengan profesi. Sementara itu, is pada contoh kedua membantu menjelaskan sifat seseorang.
Berbeda dari keduanya, are pada contoh ketiga mengikuti subjek jamak the windows.
Oleh karena itu, periksa subjek terlebih dahulu sebelum menentukan bentuk be.
Selain itu, kenali apakah pelengkapnya berupa noun phrase, adjective, atau keterangan tempat.
Kalimat negatif dengan am, is, dan are
Untuk membentuk kalimat negatif, tambahkan not setelah bentuk be yang sesuai.
Sebagai contoh:
- I am not worried.
- She is not at home.
- They are not late.
Dalam percakapan, kita juga dapat menggunakan bentuk singkat.
Sebagai contoh, is not menjadi isn’t, sedangkan are not menjadi aren’t.
Sementara itu, bentuk amn’t tidak lazim dalam bahasa Inggris standar internasional.
Oleh karena itu, pembelajar pemula lebih aman menggunakan I’m not ketika ingin membuat bentuk negatif dari I am.
Kalimat tanya dan jawaban singkat
Untuk membentuk pertanyaan dengan be, pindahkan kata kerja tersebut ke depan subjek.
Sebagai contoh:
- Is the teacher ready?
- Are they at the library?
- Am I too early?
Setelah seseorang mengajukan pertanyaan, kita dapat memberikan jawaban singkat.
Contohnya:
Yes, she is.
No, they aren’t.
Namun, jangan menambahkan do atau does ketika be sudah menjadi kata kerja yang membentuk pertanyaan tersebut.
Sebagai contoh, gunakan Is she ready?, bukan Does she is ready?.
Dengan demikian, pertanyaan dengan be berbeda dari pertanyaan simple present yang menggunakan main verb biasa.
Menggunakan Was dan Were untuk Masa Lalu
Ketika menjelaskan keadaan pada masa lalu, kita umumnya menggunakan was atau were.
Secara umum, pilihan tersebut bergantung pada subjek. Namun, beberapa konstruksi pengandaian mempunyai aturan khusus.
Menjelaskan keadaan sebelumnya
Gunakan was bersama I, he, she, it, serta sebagian besar subjek tunggal dalam simple past.
Sebagai contoh:
I was at the station.
Sementara itu, gunakan were bersama you, we, they, dan subjek jamak.
Contohnya:
We were at the station.
Selain itu, keterangan seperti yesterday, last week, atau two days ago dapat membantu menunjukkan bahwa kalimat membicarakan masa lalu.
Oleh karena itu, periksa subjek dan konteks waktu ketika memilih was atau were.
Membentuk kalimat negatif dan pertanyaan
Untuk menyatakan keadaan negatif pada masa lalu, tambahkan not setelah was atau were.
Sebagai contoh:
The shop wasn’t open yesterday.
Kalimat tersebut menjelaskan bahwa toko tidak buka kemarin.
Sementara itu, bentuk jamak dapat menggunakan:
They weren’t at the event.
Jika ingin mengajukan pertanyaan, pindahkan was atau were ke depan subjek.
Sebagai contoh:
Was the shop open?
Were they at the event?
Dengan demikian, kita tidak perlu menambahkan did sebelum was atau were dalam pola pertanyaan dasar tersebut.
Mengapa If I were you bukan kesalahan?
Dalam kalimat pengandaian, bahasa Inggris dapat menggunakan were meskipun subjeknya I.
Sebagai contoh:
If I were you, I would ask again.
Ungkapan tersebut sering digunakan untuk memberikan nasihat berdasarkan situasi hipotetis.
Namun, penggunaan were tidak berarti subjek I berubah menjadi jamak.
Sebaliknya, bentuk tersebut berkaitan dengan konstruksi pengandaian.
Oleh karena itu, If I were you merupakan bentuk baku yang lazim dalam latihan bahasa Inggris formal. [1]
To Be sebagai Kata Kerja Bantu
Selain menjadi main verb, be dapat menjalankan fungsi sebagai auxiliary verb.
Dalam fungsi tersebut, bentuk be membantu membentuk struktur gramatikal bersama kata kerja lain.
Sebagai contoh, bahasa Inggris menggunakan be dalam continuous tense dan passive voice.
Continuous tense: Be + V-ing
Pada continuous tense, kita menggunakan bentuk be yang sesuai bersama kata kerja berakhiran -ing.
Sebagai contoh:
She is reading now.
Dalam kalimat tersebut, is membantu membentuk present continuous, sedangkan reading menyatakan aktivitas membaca.
Sementara itu, perhatikan:
They were waiting when I arrived.
Pada contoh kedua, were membantu membentuk past continuous.
Dengan demikian, bentuk be + V-ing membantu penutur menekankan kegiatan yang sedang berlangsung pada konteks waktu tertentu.
Untuk mempelajari struktur tersebut lebih rinci, baca Present Continuous Tense.
Passive voice: Be + V3
Selain continuous tense, be juga membantu membentuk passive voice bersama past participle atau V3.
Sebagai contoh:
The classroom is cleaned every afternoon.
Dalam kalimat tersebut, struktur pasif menyoroti ruang kelas sebagai penerima tindakan.
Sebaliknya, kita dapat menyatakan tindakan yang sama melalui kalimat aktif:
The staff clean the classroom every afternoon.
Pada kalimat aktif, subjek the staff melakukan tindakan membersihkan.
Dengan demikian, kedua bentuk tersebut mempunyai fokus yang berbeda.
Oleh karena itu, gunakan kalimat aktif ketika pelaku tindakan menjadi informasi penting. Namun, passive voice tetap berguna ketika penutur ingin menekankan penerima tindakan atau hasilnya. [2]
Perbedaan been dan being
Been dan being merupakan bentuk lain dari kata kerja be.
Namun, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Sebagai contoh:
She has been busy since morning.
Pada kalimat tersebut, been merupakan past participle yang mengikuti auxiliary has.
Sementara itu:
He is being unusually quiet today.
Contoh kedua menggunakan being untuk menyoroti perilaku yang bersifat sementara dalam konteks tersebut.
Namun, kita tidak harus menggunakan is being setiap kali menyatakan sifat seseorang.
Sebagai contoh, He is quiet sudah benar ketika penutur menjelaskan keadaan atau karakteristik secara umum.
Oleh karena itu, pilih being berdasarkan makna serta konstruksi kalimat.
Bedakan To Be dari Do, Does, dan Have
Dalam pembelajaran bahasa Inggris, be, do, dan have dapat muncul sebagai kata kerja bantu.
Namun, ketiganya tidak selalu dapat saling menggantikan.
Jangan menggandakan kata kerja bantu
Kalimat She is a student sudah menggunakan is untuk menghubungkan subjek dan identitasnya.
Oleh karena itu, kita tidak menulis:
She does is a student.
Sebaliknya, bentuk yang benar adalah:
She is a student.
Namun, ketika main verb bukan be, kita dapat menggunakan do atau does untuk membentuk pertanyaan simple present.
Sebagai contoh:
Does she study here?
Dengan demikian, gunakan Does she study here?, bukan Is she study here?.
Have dan has untuk perfect tense
Selain be, kata have dan has dapat menjadi auxiliary dalam perfect tense.
Sebagai contoh:
She has finished the work.
Dalam kalimat tersebut, has membantu membentuk present perfect.
Sementara itu, be membantu membentuk continuous tense pada contoh berikut:
She is working.
Untuk membandingkan maknanya, perhatikan pula:
She has worked here for a year.
Kalimat tersebut menggunakan present perfect untuk menjelaskan hubungan masa lalu dengan keadaan sekarang.
Dengan demikian, setiap auxiliary mempunyai fungsi gramatikal yang berbeda. Oleh karena itu, jangan mengganti has dengan is tanpa mengubah struktur dan makna kalimat. [2]
Analisis Paragraf Menggunakan To Be
Setelah memahami berbagai fungsi be, sekarang kita dapat melihat penggunaannya dalam sebuah paragraf.
Perhatikan contoh berikut:
Yesterday the library was crowded. The reading tables were full, but the staff were calm. Today the library is quiet, and the new reading room is open. Two students are studying near the window.
Paragraf tersebut menggunakan beberapa bentuk be untuk menjelaskan keadaan pada waktu berbeda.
Pertama, was menunjukkan keadaan perpustakaan pada hari sebelumnya.
Sementara itu, were mengikuti tables yang berbentuk jamak. Bentuk staff were juga dapat muncul dalam ragam bahasa Inggris yang memandang anggota staf sebagai kelompok individu.
Selanjutnya, is menjelaskan keadaan perpustakaan dan ruang baca pada masa sekarang.
Berbeda dari contoh sebelumnya, are studying menggunakan are sebagai auxiliary untuk membentuk present continuous.
Dengan demikian, paragraf tersebut menunjukkan bahwa be dapat menjadi kata kerja utama maupun kata kerja bantu.
Langkah memeriksa penggunaan be
Untuk menentukan bentuk be yang tepat, lakukan pemeriksaan secara berurutan.
Pertama, cari subjek inti dalam kalimat.
Selanjutnya, tentukan apakah kalimat membicarakan masa sekarang, masa lalu, atau konteks waktu lainnya.
Setelah itu, periksa fungsi be sebagai main verb atau auxiliary.
Jika be membantu membentuk continuous tense, pastikan kata kerja utamanya menggunakan bentuk -ing.
Sebaliknya, ketika kalimat menggunakan passive voice, periksa bentuk past participle serta hubungan antara pelaku dan penerima tindakan.
Dengan cara ini, kamu dapat memahami penggunaan be berdasarkan struktur, bukan hanya terjemahan.
Kesalahan Penggunaan To Be yang Sering Terjadi
Meskipun bentuk to be sering muncul dalam pelajaran dasar, pembelajar masih dapat mengalami beberapa kesalahan.
Sebagai contoh, seseorang mungkin memilih are hanya karena melihat plural noun yang berada dekat dengan kata kerja.
Selain itu, kesalahan juga dapat muncul ketika penutur menambahkan be secara berlebihan atau menghilangkannya dalam continuous tense.
1. Memilih to be berdasarkan noun terdekat
Kurang tepat:
The list of names are long.
Tepat:
The list of names is long.
Dalam contoh tersebut, subjek intinya adalah list yang berbentuk tunggal.
Oleh karena itu, gunakan is, bukan are.
2. Menambahkan be sebelum main verb biasa
Kurang tepat:
She is goes to school every day.
Tepat:
She goes to school every day.
Dalam simple present, kata kerja goes sudah menjadi main verb dalam kalimat tersebut.
Karena itu, kita tidak perlu menambahkan is sebelum goes.
3. Melupakan be dalam continuous tense
Kurang tepat:
They studying now.
Tepat:
They are studying now.
Pada kalimat yang benar, are membantu membentuk present continuous bersama studying.
Dengan demikian, continuous tense membutuhkan auxiliary yang sesuai dalam pola tersebut.
4. Salah menggunakan been
Kurang tepat:
I have be here all day.
Tepat:
I have been here all day.
Dalam present perfect, bentuk past participle dari be adalah been.
Oleh karena itu, gunakan have been, bukan have be, pada konstruksi tersebut.
Latihan To Be Bahasa Inggris: 15 Soal
Setelah mempelajari pengertian, fungsi, dan penggunaan to be, sekarang saatnya menguji pemahaman.
Latihan berikut mencakup present tense, past tense, continuous tense, modal, serta konstruksi hipotetis.
Selain itu, beberapa soal menguji kemampuan memperbaiki kalimat yang belum sesuai dengan tata bahasa Inggris.
Kerjakan semua soal terlebih dahulu. Selanjutnya, gunakan kunci jawaban untuk memahami alasan setiap pilihan.
- Lengkapi: I ___ ready for class. (am/is/are)
- Pilih bentuk yang benar: They ___ in the hall now. (is/are)
- Lengkapi: Rani ___ at school yesterday. (was/were)
- Tentukan: We ___ tired after the trip. (was/were)
- Pilih: The box of books ___ heavy. (is/are)
- Lengkapi pertanyaan: ___ your parents at home? (Is/Are)
- Tentukan bentuk lampau: The students ___ not late yesterday. (was/were)
- Lengkapi: She has ___ busy this week. (be/been)
- Pilih: The children ___ playing outside now. (are/do)
- Tentukan bentuk setelah modal: He will ___ here soon. (be/is)
- Perbaiki: Does she is a doctor?
- Perbaiki: They is working today.
- Ubah ke bentuk negatif: Mira was at the meeting.
- Buat pertanyaan dari: The rooms are clean.
- Pilih bentuk baku untuk nasihat hipotetis: If I was you / If I were you, I would call first.
Dengan mengerjakan latihan tersebut, kamu dapat memeriksa kemampuan memilih be sesuai subjek dan waktu.
Selain itu, beberapa soal membantu membedakan penggunaan be sebagai main verb dan auxiliary.
Kunci Jawaban dan Pembahasan
Setelah menyelesaikan soal, cocokkan jawabanmu dengan tabel berikut.
| No. | Jawaban | Alasan |
|---|---|---|
| 1 | am | Subjek I menggunakan am pada present tense. |
| 2 | are | Subjek they menggunakan are. |
| 3 | was | Rani merupakan subjek tunggal, sedangkan yesterday menunjukkan masa lalu. |
| 4 | were | Subjek we menggunakan were pada simple past. |
| 5 | is | Inti subjek box berbentuk tunggal. |
| 6 | Are | Your parents merupakan subjek jamak. |
| 7 | were | Students berbentuk jamak dalam konteks masa lalu. |
| 8 | been | Setelah has, konstruksi perfect menggunakan past participle been. |
| 9 | are | Present continuous menggunakan are + V-ing untuk subjek the children. |
| 10 | be | Modal will diikuti bentuk dasar be. |
| 11 | Is she a doctor? | Pertanyaan dengan be tidak membutuhkan does. |
| 12 | They are working today. | Subjek they menggunakan are. |
| 13 | Mira was not at the meeting. | Kalimat negatif menggunakan not setelah was. |
| 14 | Are the rooms clean? | Bentuk pertanyaan menempatkan are sebelum subjek. |
| 15 | If I were you | Bentuk tersebut lazim dalam konstruksi nasihat hipotetis formal. |
Berdasarkan tabel tersebut, soal nomor 1–7 membahas kesesuaian antara subjek, waktu, dan bentuk be.
Sementara itu, nomor 8–10 menguji penggunaan been, continuous tense, serta bentuk dasar setelah modal.
Selain itu, soal nomor 11–15 menguji perbaikan struktur kalimat, perubahan negatif, pertanyaan, dan pengandaian.
Dengan demikian, latihan ini membantu kamu memahami aturan penggunaan to be secara menyeluruh.
Pertanyaan Umum tentang To Be
Apakah to be selalu berarti “adalah”?
Tidak. Makna be bergantung pada fungsi dan konteksnya.
Sebagai contoh, She is friendly menjelaskan sifat, sedangkan He is at home menunjukkan lokasi.
Sementara itu, They are reading menggunakan are sebagai auxiliary untuk membentuk present continuous.
Oleh karena itu, terjemahkan seluruh kalimat berdasarkan maknanya, bukan kata be secara terpisah.
Apa perbedaan been dan being?
Been merupakan past participle dari be. Karena itu, bentuk tersebut dapat mengikuti have, has, atau had dalam konstruksi perfect.
Sebaliknya, being merupakan bentuk -ing yang dapat muncul dalam beberapa konstruksi continuous atau passive.
Dengan demikian, been dan being tidak dapat menggantikan am, is, atau are secara langsung tanpa memperhatikan susunan kalimat.
Ringkasan
To be dalam bahasa Inggris mencakup bentuk am, is, are, was, were, be, been, dan being.
Secara umum, kita memilih am, is, atau are berdasarkan subjek pada present tense. Sementara itu, was dan were membantu menjelaskan keadaan pada masa lalu.
Selain itu, gunakan be setelah modal yang membutuhkan bentuk dasar, been dalam konstruksi perfect yang sesuai, serta being ketika struktur dan maknanya memerlukan bentuk -ing.
Namun, pemilihan bentuk tersebut tidak cukup hanya berdasarkan waktu. Kita juga perlu menentukan apakah be menjadi main verb atau auxiliary.
Oleh karena itu, periksa subjek, waktu, dan fungsi kata kerja sebelum membuat kalimat.
Sebagai latihan tambahan, tulis lima kalimat menggunakan am, is, are, was, dan were. Kemudian, ubah beberapa kalimat menjadi bentuk negatif atau pertanyaan.
Dengan latihan bertahap, kamu dapat menggunakan to be secara lebih tepat dalam percakapan maupun tulisan.
Sumber dan Referensi
- [1] Cambridge Dictionary — English Grammar Today. Be. Bentuk dan fungsi be.
- [2] Cambridge Dictionary — English Grammar Today. Verbs: Types. Main verbs dan auxiliary verbs.