Pernah bingung ketika harus memilih she atau her, they atau them, serta I atau me dalam kalimat bahasa Inggris? Meskipun setiap pasangan dapat merujuk pada orang yang sama, bentuk kata gantinya berubah sesuai fungsi dalam kalimat.
Sebagai contoh, kita menggunakan she ketika seseorang menjadi subjek. Sebaliknya, her dapat berfungsi sebagai objek yang menerima tindakan. Oleh karena itu, memahami subject dan object pronouns membantu kita menyusun kalimat dengan lebih tepat.
Selain itu, penggunaan kata ganti yang sesuai membuat tulisan lebih mudah dipahami. Dengan memahami perbedaannya, kita juga dapat menghindari pengulangan nama tanpa membuat pembaca kehilangan rujukan.
Artikel ini membahas pengertian subject dan object pronouns, perbedaan, fungsi, tabel, serta contoh penggunaannya. Selanjutnya, kamu dapat mempelajari kesalahan umum dan mengerjakan 15 latihan lengkap dengan kunci jawaban serta pembahasan.
Pengertian Subject dan Object Pronouns
Pronoun merupakan kata ganti yang membantu penutur merujuk pada seseorang, benda, atau hal tertentu tanpa harus terus mengulang namanya.
Dalam bahasa Inggris, beberapa pronoun memiliki bentuk berbeda sesuai perannya dalam kalimat. Oleh karena itu, kita perlu memahami perbedaan subject pronoun dan object pronoun.
Sebagai contoh, perhatikan dua kalimat berikut:
- Sinta called Dimas.
- She called him.
Pada kalimat pertama, Sinta melakukan tindakan memanggil Dimas. Sementara itu, kalimat kedua mengganti Sinta dengan she dan Dimas dengan him.
Dengan demikian, she berfungsi sebagai subject pronoun, sedangkan him menjadi object pronoun.
Perubahan tersebut membantu penulis menghindari pengulangan nama. Namun, kita tetap harus memastikan bahwa pembaca mengetahui siapa yang menjadi acuan kata ganti. [1]
Apa yang dimaksud dengan subjek dan objek?
Subjek merupakan unsur yang menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah klausa. Dalam kalimat aktif sederhana, subjek sering menjadi pelaku tindakan.
Sementara itu, objek merupakan unsur yang melengkapi kata kerja tertentu, misalnya dengan menunjukkan siapa atau apa yang menerima tindakan.
Sebagai contoh:
Tari helps her brother.
Pada kalimat tersebut, Tari menjadi subjek yang melakukan tindakan. Sebaliknya, frasa her brother menjadi objek dari kata kerja helps.
Jika kita mengganti kedua unsur tersebut dengan pronoun, kalimatnya berubah menjadi:
She helps him.
Dengan demikian, she menggantikan subjek Tari, sedangkan him menggantikan objek her brother.
Oleh karena itu, cari fungsi setiap unsur terlebih dahulu sebelum memilih bentuk kata gantinya.
Tabel Perbedaan Subject dan Object Pronouns
Bahasa Inggris mengenal tujuh pasangan utama personal pronouns yang sering muncul dalam pembelajaran dasar.
Untuk memahami perbedaannya, perhatikan tabel berikut.
| Subject pronoun | Object pronoun | Arti sesuai konteks | Contoh penggunaan |
|---|---|---|---|
| I | me | Saya | I called her. She called me. |
| you | you | Kamu, Anda, kalian | You know us. We know you. |
| he | him | Dia laki-laki | He thanked me. I thanked him. |
| she | her | Dia perempuan | She saw him. He saw her. |
| it | it | Itu, benda, atau hal | It fell. I caught it. |
| we | us | Kami, kita | We helped them. They helped us. |
| they | them | Mereka; juga satu orang dalam konteks tertentu | They met us. We met them. |
Berdasarkan tabel tersebut, beberapa pronoun mempunyai bentuk berbeda untuk subjek dan objek.
Sebagai contoh, I berubah menjadi me ketika menjalankan fungsi objek. Sementara itu, he berubah menjadi him, sedangkan she menggunakan her.
Namun, tidak semua pronoun mengalami perubahan bentuk. Kata you dan it, misalnya, mempunyai ejaan yang sama ketika menjadi subjek maupun objek.
Dengan demikian, tabel tersebut menunjukkan tujuh pasangan bentuk gramatikal, bukan tujuh orang yang berbeda.
Oleh karena itu, jangan memilih pronoun hanya berdasarkan arti bahasa Indonesianya. Sebaliknya, perhatikan posisi dan fungsi dalam kalimat. [1]
Cara Menggunakan Subject Pronouns
Subject pronouns merupakan kata ganti yang berfungsi sebagai subjek dalam suatu klausa.
Secara umum, kita menggunakan I, you, he, she, it, we, dan they untuk fungsi tersebut. Namun, pilihan bentuknya tetap bergantung pada orang atau hal yang menjadi acuan.
Tempatkan subject pronoun pada posisi subjek
Dalam kalimat pernyataan sederhana, subject pronoun biasanya muncul sebelum kata kerja.
Sebagai contoh:
- I read every morning.
- He plays chess.
- They study together.
Pada contoh pertama, I menjadi subjek dari kata kerja read. Sementara itu, he menjadi subjek dari plays, sedangkan they menjadi subjek dari study.
Dengan demikian, subject pronoun membantu menjelaskan siapa yang melakukan tindakan.
Selain itu, bahasa Inggris biasanya menyebut subjek secara eksplisit dalam kalimat pernyataan. Namun, beberapa konstruksi memiliki aturan khusus, termasuk kalimat perintah.
Cocokkan subject pronoun dengan kata kerja
Selain menentukan posisi subjek, kita perlu menyesuaikan bentuk kata kerja dengan subject pronoun.
Dalam simple present, subjek he, she, dan it biasanya menggunakan main verb dengan tambahan -s atau -es pada kalimat positif.
Sebagai contoh:
She works.
Sementara itu, subjek I, you, we, dan they umumnya menggunakan bentuk dasar kata kerja.
Contohnya:
They work.
Perbedaan serupa muncul ketika kita menggunakan kata kerja be.
Sebagai contoh, bahasa Inggris memakai I am, you are, he is, dan we are.
Oleh karena itu, pemilihan subject pronoun tidak dapat dipisahkan dari aturan kesesuaian subjek dan kata kerja.
Untuk mempelajarinya lebih lanjut, baca artikel Subject–Verb Agreement.
Kalimat perintah tidak selalu menampilkan you
Meskipun bahasa Inggris sering menggunakan subjek secara eksplisit, kalimat perintah mempunyai pola berbeda.
Sebagai contoh:
Please close the window.
Kalimat tersebut merupakan permintaan atau perintah kepada pendengar. Karena itu, kita memahami subjeknya sebagai you meskipun penutur tidak menuliskannya.
Namun, aturan ini tidak berarti kita boleh menghilangkan subject pronoun dari semua kalimat.
Dengan demikian, pembelajar perlu membedakan kalimat pernyataan dan kalimat imperatif.
Cara Menggunakan Object Pronouns
Berbeda dari subject pronouns, object pronouns biasanya muncul sebagai objek kata kerja atau preposisi.
Bentuknya meliputi me, you, him, her, it, us, dan them.
Untuk menggunakannya dengan tepat, perhatikan hubungan kata ganti dengan kata kerja atau preposisi yang mendahuluinya.
Gunakan object pronoun setelah kata kerja tertentu
Beberapa kata kerja, seperti see, call, invite, dan help, dapat menggunakan object pronoun sebagai pelengkap.
Sebagai contoh:
- The teacher called me.
- Rina invited us.
- I saw them.
Dalam contoh pertama, me menjadi objek dari kata kerja called. Sementara itu, us menjadi objek dari invited, sedangkan them menjadi objek dari saw.
Oleh karena itu, bentuk The teacher called I tidak sesuai dengan tata bahasa standar.
Jika kamu masih ragu, coba gunakan nama orang terlebih dahulu.
Sebagai contoh:
Rina invited Dimas.
Setelah itu, gantilah Dimas dengan object pronoun yang sesuai:
Rina invited him.
Dengan cara tersebut, kamu dapat mengenali fungsi objek sebelum menentukan kata gantinya.
Gunakan object pronoun setelah preposisi
Selain mengikuti kata kerja, object pronouns sering muncul setelah preposisi.
Sebagai contoh, preposisi for, with, to, about, dan between dapat memiliki object pronoun sebagai pelengkapnya.
Perhatikan beberapa kalimat berikut:
- This seat is for her.
- Come with us.
- The message is about them.
Pada contoh pertama, her mengikuti preposisi for. Sementara itu, us mengikuti with, sedangkan them mengikuti about.
Dengan demikian, object pronouns tidak hanya berfungsi setelah kata kerja tindakan.
Contoh lain yang sering membingungkan adalah ungkapan:
Between you and me.
Dalam frasa tersebut, you dan me menjadi objek preposisi between.
Oleh karena itu, untuk tulisan formal, gunakan between you and me, bukan between you and I. [1]
Mengapa It’s me termasuk bentuk yang benar?
Sebagian pembelajar menganggap object pronoun hanya boleh muncul setelah kata kerja tindakan atau preposisi.
Namun, bahasa Inggris modern memiliki penggunaan yang lebih luas dalam percakapan.
Sebagai contoh:
It’s me.
That’s him.
Kedua ungkapan tersebut lazim muncul dalam bahasa Inggris sehari-hari.
Sementara itu, sebagian tata bahasa tradisional menganjurkan bentuk It is I untuk situasi yang sangat formal.
Meskipun demikian, It is I terdengar sangat resmi dan jarang muncul dalam percakapan biasa.
Oleh karena itu, jangan langsung menganggap It’s me sebagai bentuk yang salah. Sebaliknya, perhatikan ragam bahasa dan konteks penggunaannya. [1]
Memilih I atau Me Ketika Ada Dua Orang
Ketika subjek atau objek melibatkan dua orang, pembelajar sering bingung memilih I atau me.
Namun, sebenarnya kita dapat menggunakan cara sederhana untuk memeriksa bentuk yang tepat.
Hilangkan nama orang lain untuk memeriksa fungsi
Sebagai contoh, perhatikan:
Dina and I prepared the slides.
Kalimat tersebut menggunakan I karena frasa Dina and I menjadi subjek.
Untuk mengujinya, hilangkan nama Dina. Hasilnya adalah:
I prepared the slides.
Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa bentuk I memang sesuai.
Sekarang, perhatikan contoh lain:
The coach praised Dina and me.
Dalam kalimat tersebut, Dina and me menjadi objek dari kata kerja praised.
Jika kita menghilangkan Dina, hasilnya menjadi:
The coach praised me.
Oleh karena itu, me merupakan pilihan yang tepat untuk fungsi objek.
Jangan menentukan bentuk berdasarkan urutan nama
Dalam percakapan informal, kamu mungkin mendengar:
Me and Beni are ready.
Namun, untuk latihan sekolah dan tulisan formal, gunakan:
Beni and I are ready.
Sebaliknya, jika frasa tersebut menjadi objek, gunakan bentuk berikut:
The teacher spoke to Beni and me.
Dalam contoh kedua, me mengikuti preposisi to sebagai bagian dari objek preposisi.
Dengan demikian, posisi nama di awal atau akhir rangkaian bukan penentu utama bentuk kata ganti.
Oleh karena itu, periksa fungsi seluruh frasa dalam kalimat sebelum memilih I atau me.
They dan Them Tidak Selalu Berarti Banyak Orang
Secara umum, they dan them merujuk pada lebih dari satu orang atau benda.
Namun, dalam bahasa Inggris modern, kedua bentuk tersebut juga dapat merujuk pada satu orang dalam konteks tertentu.
Singular they dalam bahasa Inggris modern
Penutur dapat menggunakan singular they ketika tidak menyebut identitas atau gender seseorang, atau ketika seseorang menggunakan kata ganti tersebut.
Sebagai contoh:
Someone left a notebook. I hope they come back for it.
Dalam contoh tersebut, they dapat merujuk pada satu orang yang meninggalkan buku catatan.
Meskipun acuannya tunggal, kata kerja tetap mengikuti pola they.
Oleh karena itu, kita menggunakan they are atau they have, bukan they is.
Dengan demikian, bentuk pronoun dan pola kesesuaian verba tidak selalu mencerminkan jumlah orang secara langsung. [1]
Perjelas rujukan ketika menulis paragraf
Selain memilih bentuk yang tepat, penulis perlu memastikan bahwa pembaca memahami acuan setiap pronoun.
Sebagai contoh:
Alya told Fina that she had won.
Kalimat tersebut dapat membingungkan karena she mungkin merujuk pada Alya atau Fina.
Jika maksudnya Fina yang memenangkan sesuatu, kita dapat memperjelas kalimat melalui contoh berikut:
Alya congratulated Fina because Fina had won.
Dalam contoh kedua, pembaca mengetahui bahwa Fina merupakan orang yang menang.
Oleh karena itu, jangan mengganti seluruh nama dengan pronoun apabila hasilnya justru menimbulkan ambiguitas.
Sebaliknya, gunakan kembali nama seseorang ketika pengulangan tersebut membantu memperjelas informasi.
Perbedaan Object Pronoun dan Possessive Form
Beberapa kata bahasa Inggris mempunyai bentuk yang sama tetapi menjalankan fungsi berbeda.
Sebagai contoh, her dapat menjadi object pronoun maupun possessive determiner.
Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan struktur yang mengelilinginya.
Her dapat mempunyai dua fungsi
Perhatikan dua contoh berikut:
I called her.
Her phone is new.
Dalam kalimat pertama, her merupakan object pronoun yang mengikuti kata kerja called.
Sebaliknya, her pada contoh kedua muncul sebelum noun phone. Karena itu, kata tersebut berfungsi sebagai possessive determiner.
Selain itu, bahasa Inggris mempunyai possessive pronoun hers yang dapat berdiri sendiri.
Sebagai contoh:
That phone is hers.
Dengan demikian, her dan hers sama-sama berkaitan dengan kepemilikan atau rujukan orang, tetapi keduanya tidak selalu memiliki fungsi gramatikal yang sama. [2]
My tidak dapat menggantikan me
Perbedaan bentuk kepemilikan dan objek juga muncul pada my serta me.
Sebagai contoh, gunakan:
This is my bag.
Dalam kalimat tersebut, my menjelaskan noun bag.
Sebaliknya, bentuk This is me bag tidak sesuai dengan tata bahasa Inggris standar.
Ketika seseorang menjadi objek, kita dapat menggunakan me.
Sebagai contoh:
Please help me.
Oleh karena itu, jangan mengganti me dengan my dalam kalimat tersebut.
Untuk pembahasan lebih luas mengenai kata ganti, baca artikel Pronouns Bahasa Inggris yang juga menjelaskan possessive dan reflexive pronouns.
Analisis Subject dan Object Pronouns dalam Paragraf
Setelah memahami aturan dasarnya, sekarang kita dapat menganalisis penggunaan pronouns dalam sebuah paragraf.
Sebagai contoh, perhatikan teks berikut:
Damar and Laila are preparing a class exhibition. They invited me to join them. I brought a camera, and Laila asked us to take photographs. The teacher thanked us because we helped the team.
Paragraf tersebut menggunakan beberapa kata ganti untuk menjaga hubungan antarkalimat.
Pertama, they menggantikan Damar dan Laila sebagai subjek.
Sementara itu, me menjadi objek setelah kata kerja invited, sedangkan them melengkapi kata kerja join.
Selanjutnya, us muncul sebagai objek setelah asked dan thanked.
Berbeda dari object pronouns tersebut, we pada klausa terakhir menjadi subjek dari kata kerja helped.
Dengan demikian, setiap pronoun mempunyai fungsi tertentu meskipun beberapa bentuk dapat merujuk pada kelompok yang sama.
Oleh karena itu, analisis pronoun perlu memperhatikan struktur klausa dan konteks cerita secara bersamaan.
Cara cepat memeriksa pronoun dalam kalimat
Untuk memastikan pilihan kata ganti sudah tepat, gunakan langkah sederhana berikut:
- Pertama, tentukan siapa atau apa yang menjadi acuan pronoun.
- Selanjutnya, temukan subjek dari setiap klausa.
- Setelah itu, periksa kata kerja atau preposisi yang membutuhkan objek.
- Terakhir, cocokkan fungsi tersebut dengan bentuk subject atau object pronoun yang tepat.
Melalui langkah tersebut, kamu dapat memeriksa kalimat secara lebih sistematis.
Selain itu, lakukan pemeriksaan pada setiap klausa ketika sebuah kalimat terdiri atas beberapa bagian.
Dengan cara ini, kamu tidak hanya memperbaiki pilihan kata ganti, tetapi juga menjaga kejelasan rujukannya.
Kesalahan Subject dan Object Pronouns yang Sering Muncul
Ketika mempelajari subject dan object pronouns, pembelajar dapat melakukan kesalahan karena terlalu mengandalkan terjemahan.
Selain itu, kesalahan sering muncul setelah preposisi, dalam kalimat dengan beberapa nama, atau ketika pronoun memiliki acuan yang tidak jelas.
Salah memilih bentuk setelah preposisi
Kurang tepat:
The gift is for she.
Tepat:
The gift is for her.
Dalam contoh tersebut, for merupakan preposisi. Oleh karena itu, gunakan object pronoun her.
Kesalahan serupa muncul pada bentuk berikut.
Kurang tepat:
Please come with we.
Tepat:
Please come with us.
Karena with merupakan preposisi, kata ganti yang mengikutinya menggunakan bentuk objek us.
Menukar subject dan object pronouns
Kurang tepat:
Him likes music.
Tepat:
He likes music.
Pada kalimat tersebut, pronoun menjalankan fungsi subjek. Karena itu, bentuk he lebih sesuai daripada him.
Sebaliknya, perhatikan contoh berikut.
Kurang tepat:
I invited they.
Tepat:
I invited them.
Dalam contoh kedua, kata ganti menjadi objek dari invited.
Oleh karena itu, gunakan them, bukan they.
Tidak memperhatikan orang yang menjadi acuan
Ketika satu paragraf menyebut beberapa orang, penulis perlu memperjelas siapa yang melakukan tindakan.
Namun, penggunaan he, she, atau they secara berlebihan dapat membuat rujukannya membingungkan.
Sebagai contoh, dua nama perempuan dalam satu kalimat dapat membuat kata she memiliki lebih dari satu kemungkinan acuan.
Oleh karena itu, ulangi nama orang jika langkah tersebut membantu pembaca memahami hubungan antartindakan.
Dengan demikian, tujuan penggunaan pronoun bukan menghilangkan seluruh pengulangan kata, melainkan membuat kalimat lebih jelas dan efisien.
Latihan Subject dan Object Pronouns: 15 Soal
Setelah mempelajari pengertian, fungsi, dan contoh penggunaan pronouns, sekarang saatnya menguji pemahaman.
Latihan berikut mencakup pemilihan subject pronoun, object pronoun, penggunaan setelah preposisi, serta perbaikan kalimat.
Selain itu, beberapa soal meminta kamu mengganti nama orang dengan bentuk kata ganti yang sesuai.
Kerjakan seluruh soal terlebih dahulu. Kemudian, cocokkan jawabanmu dengan pembahasan pada bagian berikutnya.
- Lengkapi: ___ am preparing the schedule. (I/me)
- Pilih bentuk yang benar: The librarian helped ___. (we/us)
- Lengkapi: Rina saw ___ near the gate. (he/him)
- Pilih subject pronoun: ___ invited my sister. (She/her)
- Tentukan object pronoun: The teacher asked ___ to wait. (they/them)
- Lengkapi: Can you sit beside ___? (I/me)
- Pilih bentuk yang sesuai: ___ are classmates. (We/us)
- Lengkapi: That letter is for ___. (she/her)
- Pilih: ___ is on the shelf. (It/its)
- Lengkapi: I spoke to Beni and ___. (I/me)
- Tentukan bentuk yang benar: Beni and ___ presented the report. (I/me)
- Ganti nama Maya dengan pronoun: The coach thanked Maya. The coach thanked ___.
- Ganti subjek dengan pronoun: Dani and I are ready. ___ are ready.
- Perbaiki kalimat: Them are working together.
- Perbaiki kalimat: The guide showed she the map.
Melalui latihan tersebut, kamu dapat mempraktikkan pemilihan kata ganti berdasarkan fungsinya.
Selanjutnya, perhatikan alasan setiap jawaban agar kamu dapat menerapkan aturan serupa pada kalimat lain.
Kunci Jawaban dan Pembahasan
Untuk memeriksa hasil latihan, gunakan tabel berikut.
| No. | Jawaban | Pembahasan |
|---|---|---|
| 1 | I | Kalimat membutuhkan subject pronoun sebelum am. |
| 2 | us | Pronoun menjadi objek setelah kata kerja helped. |
| 3 | him | Kata ganti menjadi objek dari saw. |
| 4 | She | Posisi sebelum invited membutuhkan subjek. |
| 5 | them | Kata kerja asked menggunakan object pronoun. |
| 6 | me | Kata ganti menjadi objek preposisi beside. |
| 7 | We | Kalimat membutuhkan subject pronoun untuk kelompok yang mencakup penutur. |
| 8 | her | Preposisi for diikuti object pronoun. |
| 9 | It | Kata tersebut menjadi subjek yang merujuk pada benda. |
| 10 | me | Setelah preposisi to, gunakan bentuk objek meskipun ada nama lain. |
| 11 | I | Frasa Beni and I berfungsi sebagai subjek. |
| 12 | her | Kata ganti menggantikan Maya sebagai objek. |
| 13 | We | Kata tersebut menggantikan subjek Dani and I. |
| 14 | They are working together. | Posisi subjek membutuhkan they. |
| 15 | The guide showed her the map. | Penerima informasi menggunakan her sebagai objek. |
Berdasarkan tabel tersebut, soal nomor 1–5 membantu mengenali perbedaan subject dan object pronouns.
Sementara itu, soal nomor 6–11 menekankan penggunaan kata ganti setelah preposisi serta ketika suatu frasa melibatkan dua orang.
Selain itu, nomor 12–15 menguji kemampuan mengganti nama dan memperbaiki struktur kalimat.
Oleh karena itu, jangan hanya menghafalkan jawaban. Perhatikan hubungan setiap pronoun dengan kata kerja, preposisi, serta unsur lain dalam kalimat.
Pertanyaan Umum tentang Subject dan Object Pronouns
Apakah you selalu berarti satu orang?
Tidak. Kata you dapat merujuk pada satu orang maupun beberapa orang.
Namun, bentuk tulisannya tetap sama ketika menjalankan fungsi sebagai subjek atau objek.
Sebagai contoh, You called me menggunakan you sebagai subjek. Sementara itu, I called you menempatkan you sebagai objek.
Dengan demikian, konteks membantu pembaca memahami jumlah orang yang menjadi acuannya.
Apakah her selalu merupakan object pronoun?
Tidak. Kata her dapat menjalankan lebih dari satu fungsi gramatikal.
Sebagai contoh, dalam I know her, kata her menjadi object pronoun.
Sebaliknya, her pada frasa her notebook merupakan possessive determiner yang menjelaskan noun notebook.
Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan struktur kalimat sebelum menentukan fungsi sebuah kata.
Ringkasan
Subject pronouns berfungsi sebagai subjek dalam klausa, sedangkan object pronouns biasanya muncul sebagai objek kata kerja atau preposisi.
Secara umum, subject pronouns meliputi I, you, he, she, it, we, dan they. Sementara itu, object pronouns terdiri atas me, you, him, her, it, us, dan them.
Namun, beberapa bentuk seperti you dan it mempunyai ejaan yang sama dalam kedua fungsi tersebut.
Selain itu, satu bentuk tertentu dapat memiliki peran lain. Sebagai contoh, her dapat menjadi object pronoun atau possessive determiner sesuai konteks.
Oleh karena itu, pilih kata ganti berdasarkan fungsi gramatikal, bukan hanya terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Sebagai langkah terakhir, periksa kembali siapa atau apa yang menjadi acuan pronoun dalam setiap kalimat. Dengan demikian, kamu dapat menggunakan subject dan object pronouns secara lebih jelas, tepat, dan alami.
Sumber dan Referensi
- [1] Cambridge Dictionary — English Grammar Today. Pronouns: Personal (I, Me, You, Him, etc.). Panduan kata ganti personal.
- [2] Cambridge Dictionary — English Grammar Today. Pronouns: Possessive (My, Mine, etc.). Panduan bentuk kepemilikan.