Kamu sudah membaca beberapa halaman, tetapi masih kesulitan menjelaskan isinya? Cobalah mengubah cara memahami bacaan: buat pertanyaan, baca satu bagian, lalu jelaskan kembali tanpa melihat teks.
Panduan Institute of Education Sciences (IES) menganjurkan latihan mengingat kembali dan pertanyaan yang mendorong pelajar menjelaskan materi secara mendalam. Kamu dapat menerapkan prinsip ini saat membaca buku pelajaran, modul kuliah, atau artikel edukasi.[1]
Mengapa Kamu Sulit Memahami Bacaan?
Sebelum membaca ulang, kenali bagian yang menghambat pemahamanmu. Apakah kamu menemukan banyak istilah baru, kehilangan alur penjelasan, atau belum memahami konsep dasarnya?
Perhatikan juga tujuanmu saat membaca. Jika kamu hanya mengejar halaman terakhir, kamu mungkin melewatkan kesempatan untuk memeriksa pemahaman.
Untuk mengetahui bagian yang sudah kamu kuasai, cobalah menjawab pertanyaan tanpa melihat teks. IES menyarankan penggunaan tes atau kuis untuk membantu pelajar mengenali materi yang masih membutuhkan perhatian.[1]
5 Cara Memahami Bacaan yang Bisa Kamu Coba
1. Buat pertanyaan sebelum membaca
Ubah judul atau subjudul menjadi pertanyaan sederhana. Saat mempelajari siklus air, misalnya, tanyakan: “Bagaimana air dari permukaan bumi bisa kembali menjadi hujan?”
Gunakan pertanyaan itu untuk mengarahkan perhatianmu. Setelah menemukan jawabannya, lanjutkan dengan pertanyaan yang lebih mendalam, seperti “Mengapa proses tersebut terjadi?” atau “Bagaimana tahap ini berhubungan dengan tahap berikutnya?”
IES merekomendasikan pertanyaan penjelas untuk mendorong pemahaman materi. Pertanyaan seperti “mengapa” dan “bagaimana” mengajakmu menelusuri hubungan antargagasan, bukan sekadar menyebutkan istilah.[1]
2. Tutup bacaan dan coba ingat isinya
Setelah membaca satu bagian, tutup buku atau alihkan pandangan dari layar. Kemudian, tuliskan gagasan utama yang masih kamu ingat.
Kamu bisa memulai dengan tiga pertanyaan:
- Apa yang baru saja aku pelajari?
- Bagaimana proses atau hubungan antargagasannya?
- Bagian mana yang belum bisa aku jelaskan?
Langkah ini menerapkan retrieval practice, yaitu latihan mengambil kembali informasi dari ingatan. Australian Education Research Organisation menjelaskan bahwa latihan tersebut dapat membantu pelajar mempertahankan informasi dalam jangka panjang.[2]
Kamu tidak perlu langsung menjawab semuanya dengan sempurna. Gunakan jawaban awal untuk menemukan bagian yang perlu kamu periksa kembali.
3. Jelaskan materi dengan bahasa sendiri
Bayangkan kamu sedang menjelaskan materi kepada teman yang belum mempelajarinya. Gunakan kalimat sederhana dan pertahankan makna utamanya.
Sebagai contoh, kamu bisa menjelaskan inflasi seperti ini: “Inflasi berarti harga barang dan jasa secara umum meningkat. Jika pendapatanku tetap sementara harga naik, aku bisa membeli lebih sedikit barang.”
Setelah menulis penjelasan, buka kembali sumber dan periksa ketepatannya. Perbaiki informasi yang keliru atau belum lengkap.
Carnegie Mellon University menjelaskan bahwa umpan balik dapat meningkatkan manfaat latihan mengingat kembali. Karena itu, jangan berhenti pada kegiatan menjawab; periksa juga jawabanmu.[3]
4. Hubungkan konsep dengan contoh konkret
Buat contoh yang menunjukkan cara kerja konsep dalam kehidupan sehari-hari. IES merekomendasikan hubungan antara penjelasan abstrak dan contoh konkret untuk membantu pembelajaran.[1]
Saat belajar persentase, misalnya, gunakan contoh harga barang Rp80.000 dengan diskon 25%. Hitung potongannya:
25% × Rp80.000 = Rp20.000.
Kemudian, kurangi harga awal dengan potongan tersebut. Kamu mendapatkan harga akhir Rp60.000.
Ubah angkanya dan coba kerjakan lagi. Langkah ini membantumu memeriksa apakah kamu memahami prosesnya atau hanya mengikuti contoh.
5. Catat kebingungan secara spesifik
Ganti kalimat “Aku tidak paham semuanya” dengan pertanyaan yang lebih jelas.
Misalnya: “Aku bisa menghitung harga setelah diskon, tetapi belum tahu cara mencari harga awalnya.”
Catatan seperti ini memberi arah untuk langkah berikutnya. Kamu bisa mencari penjelasan tambahan, mengerjakan latihan yang sesuai, atau bertanya kepada guru dan teman.
Kebiasaan memeriksa pemahaman juga sejalan dengan panduan IES yang mendorong pelajar mengenali materi yang sudah mereka kuasai dan materi yang masih perlu mereka pelajari.[1]
Contoh Latihan Memahami Bacaan
Pilih satu halaman dari materi yang sedang kamu pelajari, lalu ikuti langkah berikut:
- Baca judul dan buat satu pertanyaan utama.
- Baca satu bagian yang membahas satu gagasan.
- Tutup bacaan dan tuliskan inti penjelasannya.
- Buat satu contoh yang sesuai.
- Buka sumber, periksa jawaban, dan perbaiki kesalahan.
Urutan ini merupakan contoh penerapan praktis. Kamu dapat menyesuaikan panjang bacaan dan jumlah pertanyaan dengan tingkat kesulitan materi.
Pertanyaan Umum tentang Memahami Bacaan
Apakah membaca ulang saja sudah cukup?
Jangan hanya mengandalkan rasa akrab terhadap kalimat. Tambahkan latihan menjawab pertanyaan tanpa melihat teks untuk memeriksa apa yang benar-benar kamu ingat.[2]
Apa yang perlu dilakukan ketika menemukan istilah sulit?
Cari artinya melalui glosarium, kamus, atau sumber bidang yang sesuai. Setelah itu, baca kembali kalimat asalnya dan periksa bagaimana penulis menggunakan istilah tersebut.
Bagaimana cara memeriksa pemahaman?
Jelaskan gagasan utama, buat contoh, lalu cocokkan penjelasanmu dengan sumber. Jika tersedia, kerjakan soal latihan dan periksa jawabannya.
Mulailah dari satu bagian pendek hari ini. Setelah membacanya, tutup teks dan coba jelaskan isinya dengan tiga kalimat.
Sumber dan Referensi
- Institute of Education Sciences. (2007). Organizing Instruction and Study to Improve Student Learning.
- Australian Education Research Organisation. Spacing and Retrieval Practice: Practice Guide.
- Carnegie Mellon University, Eberly Center. Retrieval Practice for Improved Learning.