Perhatikan perbedaan antara You must finish the report dan You should finish the report. Meskipun kedua kalimat membahas penyelesaian laporan, maknanya tidak sama.
Kalimat pertama menyampaikan kewajiban yang kuat. Sebaliknya, kalimat kedua memberikan nasihat atau saran kepada seseorang.
Dengan demikian, perubahan satu kata dapat memengaruhi maksud pembicara. Oleh karena itu, memahami modal verbs tidak cukup hanya dengan menghafal terjemahannya.
Selain mengenali arti setiap modal, pembelajar perlu memahami fungsi, struktur, dan konteks penggunaannya. Sebab, satu modal dapat menyampaikan makna berbeda dalam situasi tertentu.
Artikel ini membahas penggunaan can, could, may, might, must, should, will, dan would. Selanjutnya, kamu akan mempelajari rumus kalimat, perbedaan fungsi, kesalahan umum, serta 15 soal latihan lengkap dengan pembahasannya.
Apa Itu Modal Verbs?
Modal verbs adalah kata kerja bantu dalam bahasa Inggris yang membantu penutur menyampaikan kemampuan, kemungkinan, izin, kewajiban, nasihat, kesediaan, prediksi, serta sikap terhadap suatu keadaan.
Dalam kelompok modal inti, bahasa Inggris juga mengenal shall. Namun, pembelajaran dasar sering lebih banyak membahas delapan modal lainnya.
Selain itu, satu modal verb dapat memiliki beberapa fungsi. Oleh sebab itu, maknanya perlu mengikuti konteks kalimat, bukan hanya terjemahan kata.
Sebagai contoh, can dapat menunjukkan kemampuan atau meminta izin. Sementara itu, must dapat menyampaikan kewajiban maupun simpulan logis.
Dengan demikian, pembelajar harus memahami hubungan antara modal, kata kerja utama, dan maksud pembicara. [1]
Modal tidak berdiri sendiri sebagai tindakan utama
Dalam struktur dasar, modal verb membantu kata kerja utama menyampaikan makna tertentu.
Perhatikan kalimat Riko can swim. Pada contoh tersebut, can menunjukkan kemampuan, sedangkan swim menjelaskan tindakan utama.
Sementara itu, kalimat The road might be wet menggunakan might untuk menunjukkan kemungkinan.
Dalam contoh kedua, be menghubungkan subjek the road dengan keadaan wet.
Oleh karena itu, kenali modal terlebih dahulu sebelum menafsirkan makna seluruh kalimat.
Dengan cara tersebut, kamu dapat membedakan tindakan utama dari sikap atau kemungkinan yang ingin pembicara sampaikan.
Modal berbeda dari have to dan be able to
Selain modal inti, bahasa Inggris memiliki ungkapan have to dan be able to.
Kedua bentuk tersebut dapat menyampaikan kewajiban atau kemampuan. Namun, aturan gramatikalnya tidak selalu sama dengan modal inti.
Sebagai contoh, gunakan She has to leave untuk menyatakan keharusan.
Sebaliknya, She musts leave tidak tepat karena modal must tidak menerima akhiran -s.
Perbedaan tersebut juga berpengaruh ketika pembelajar mengubah subjek atau tense.
Oleh sebab itu, jangan menyamakan pola have to dengan must meskipun keduanya dapat menyampaikan kewajiban. [1]
Rumus Modal Verbs: Positif, Negatif, dan Tanya
Secara umum, modal verbs mengikuti pola dasar yang relatif sederhana.
Dalam kalimat positif, modal muncul setelah subjek. Sementara itu, kalimat negatif menempatkan not setelah modal.
Untuk membentuk pertanyaan langsung, modal biasanya berpindah ke depan subjek.
Berikut tabel perbandingannya.
| Bentuk | Pola dasar | Contoh |
|---|---|---|
| Positif | Subject + modal + base verb | We should review the draft. |
| Negatif | Subject + modal + not + base verb | We should not rush. |
| Interogatif | Modal + subject + base verb? | Should we revise it? |
Berdasarkan tabel tersebut, perubahan bentuk kalimat terutama terjadi pada posisi modal dan penggunaan not.
Selain itu, kata kerja utama tetap menggunakan bentuk dasar dalam pola modal yang umum.
Dengan demikian, pembelajar perlu memperhatikan struktur sebelum mengubah kalimat positif menjadi negatif atau pertanyaan.
Gunakan bentuk dasar setelah modal
Setelah modal inti, kata kerja berikutnya menggunakan bentuk dasar tanpa to atau bare infinitive.
Sebagai contoh, bentuk yang tepat adalah He can drive.
Sebaliknya, dua bentuk berikut tidak sesuai dengan pola dasar:
- He can drives
- He can to drive
Aturan serupa berlaku untuk She might arrive dan They must wait.
Selain itu, modal dapat diikuti be atau have dalam rangkaian kata kerja bantu yang lebih panjang.
Oleh karena itu, bentuk dasar setelah modal tetap berlaku meskipun struktur kalimat menjadi lebih kompleks. [2]
Modal tidak memakai -s untuk he, she, atau it
Berbeda dari beberapa kata kerja biasa dalam simple present, modal inti tidak menerima akhiran -s ketika mengikuti subjek orang ketiga tunggal.
Sebagai contoh:
She can explain the rules.
He will attend the meeting.
Pada kedua kalimat tersebut, can dan will tidak berubah meskipun subjeknya tunggal.
Karena itu, jangan menulis cans atau wills sebagai bentuk modal untuk he, she, dan it.
Dengan demikian, perubahan subjek tidak selalu mengubah bentuk modal verb.
Jangan menambahkan do atau does untuk pertanyaan biasa
Dalam pertanyaan langsung yang menggunakan modal, penutur biasanya tidak memerlukan do atau does.
Sebagai contoh, gunakan Can you help me?
Sebaliknya, Do you can help me? tidak mengikuti pola standar.
Hal tersebut terjadi karena modal can sudah dapat berpindah ke depan subjek untuk membentuk pertanyaan.
Selain itu, bentuk negatif menggunakan cannot atau can’t, bukan don’t can.
Oleh karena itu, jangan menambahkan auxiliary lain apabila modal sudah menjalankan fungsi tersebut. [2]
Can dan Could: Kemampuan, Izin, dan Permintaan
Can untuk kemampuan dan izin
Modal can sering membantu seseorang menyatakan kemampuan.
Sebagai contoh:
Dina can solve the puzzle.
Kalimat tersebut menjelaskan bahwa Dina mampu menyelesaikan teka-teki.
Selain menunjukkan kemampuan, can juga dapat membantu seseorang meminta izin.
Misalnya:
Can I borrow your ruler?
Dalam situasi tersebut, pembicara meminta izin meminjam penggaris.
Sementara itu, can dapat menunjukkan kemungkinan umum.
Perhatikan kalimat Wet floors can be slippery yang menjelaskan bahwa lantai basah dapat menjadi licin.
Dengan demikian, satu modal dapat menjalankan beberapa fungsi sesuai konteks penggunaannya.
Could untuk permintaan sopan dan kemungkinan
Modal could sering muncul dalam permintaan yang lebih tidak langsung.
Sebagai contoh:
Could you check this paragraph?
Dibandingkan dengan Can you check this paragraph?, bentuk tersebut dapat terdengar lebih sopan dalam situasi tertentu.
Selain itu, could dapat menunjukkan kemungkinan.
Misalnya:
The weather could change.
Sementara itu, could juga dapat menyatakan kemampuan umum pada masa lalu.
Perhatikan kalimat berikut:
When I was younger, I could run faster.
Dalam contoh tersebut, pembicara menjelaskan kemampuan yang dimilikinya ketika masih lebih muda.
Oleh sebab itu, jangan menganggap setiap penggunaan could selalu bermakna lampau.
Sebaliknya, periksa apakah kalimat membahas kemampuan, kemungkinan, atau permintaan sopan. [3]
Kemampuan berhasil pada satu kejadian lampau
Ketika menjelaskan keberhasilan pada satu kejadian tertentu di masa lalu, was/were able to sering menjadi pilihan yang lebih alami.
Sebagai contoh:
Although the gate was locked, the staff were able to enter through another door.
Kalimat tersebut menjelaskan bahwa petugas berhasil masuk melalui pintu lain meskipun gerbang terkunci.
Sebaliknya, The staff could open the gate when they worked there menggambarkan kemampuan umum pada masa lalu.
Dengan demikian, could dan was/were able to dapat memiliki fokus makna berbeda.
Oleh karena itu, tentukan apakah kamu ingin menjelaskan kemampuan secara umum atau keberhasilan dalam kejadian tertentu.
May dan Might: Izin serta Kemungkinan
Modal may dan might sering menunjukkan kemungkinan. Namun, keduanya juga memiliki penggunaan yang berbeda sesuai konteks.
Sebagai contoh, May I leave early? merupakan permintaan izin yang relatif formal.
Sementara itu, We may need more chairs menunjukkan kemungkinan bahwa kelompok tersebut membutuhkan tambahan kursi.
Penggunaan might juga dapat menyatakan kemungkinan.
Misalnya:
The delivery might arrive late.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa pengiriman mungkin mengalami keterlambatan.
Meskipun demikian, perbedaan may dan might tidak selalu dapat dijelaskan melalui satu tingkat kepastian yang tetap.
Sebab, konteks, bukti, dan intonasi dapat memengaruhi makna yang ingin pembicara sampaikan. [1]
Jangan memberi angka pasti pada may dan might
Beberapa buku pembelajaran menggunakan angka seperti may = 70% dan might = 30% untuk menggambarkan kemungkinan.
Namun, angka tersebut bukan aturan gramatikal yang berlaku secara umum.
Sebaliknya, penutur menggunakan kedua modal berdasarkan konteks dan sikap terhadap kemungkinan.
Sebagai contoh:
It may rain this afternoon.
Kalimat tersebut menunjukkan perkiraan bahwa hujan mungkin turun sore nanti.
Namun, penutur tidak sedang memberikan persentase matematis yang pasti.
Oleh karena itu, pahami fungsi may dan might sebagai penanda kemungkinan tanpa memaksakan angka tertentu.
Must, Have To, dan Must Not
Must dan have to untuk kewajiban
Modal must dan ungkapan have to sama-sama dapat menyatakan keharusan.
Sebagai contoh:
You must wear an identification badge.
Kalimat tersebut menyampaikan kewajiban untuk mengenakan tanda pengenal.
Sementara itu, perhatikan:
I have to submit the form today.
Dalam contoh kedua, pembicara juga menyampaikan sesuatu yang harus dilakukan.
Meskipun keduanya dapat menunjukkan kewajiban, sumber atau nuansa keharusannya bisa berbeda menurut konteks.
Namun, penggunaan nyata sering memperlihatkan tumpang tindih antara must dan have to.
Oleh karena itu, jangan selalu memaksakan satu perbedaan makna yang mutlak pada setiap kalimat.
Mustn’t tidak sama dengan don’t have to
Perbedaan mustn’t dan don’t have to sangat penting karena keduanya menyampaikan makna yang berbeda.
Secara umum, mustn’t menunjukkan larangan. Sebaliknya, don’t have to berarti seseorang tidak memiliki kewajiban melakukan sesuatu.
Perhatikan tabel berikut.
| Bentuk | Makna utama | Contoh |
|---|---|---|
| Mustn’t | Larangan | You mustn’t touch the equipment. |
| Don’t have to | Tidak wajib | You don’t have to attend the extra session. |
| Must | Kewajiban kuat | You must follow the safety rules. |
Berdasarkan tabel tersebut, mustn’t tidak boleh digunakan untuk menyatakan sesuatu yang sekadar opsional.
Misalnya, jika peserta boleh memilih mengikuti sesi tambahan atau tidak, gunakan don’t have to.
Sebaliknya, penggunaan mustn’t justru berarti peserta dilarang mengikuti sesi tersebut.
Karena itu, kesalahan memilih modal dapat mengubah informasi tentang kebebasan memilih menjadi larangan.
Dengan demikian, pembelajar perlu memperhatikan makna sebelum menentukan bentuk negatif yang sesuai.
Must sebagai simpulan logis
Selain menyatakan kewajiban, must juga dapat menunjukkan simpulan logis yang kuat.
Sebagai contoh:
The lights are on; someone must be inside.
Kalimat tersebut tidak memberikan perintah kepada seseorang.
Sebaliknya, pembicara menyimpulkan bahwa mungkin ada orang di dalam karena melihat lampu menyala.
Dengan kata lain, must dapat menjelaskan keyakinan kuat berdasarkan petunjuk.
Oleh karena itu, periksa apakah penutur sedang menyampaikan aturan atau membuat simpulan sebelum menerjemahkan must.
Should: Nasihat dan Harapan
Modal should sering digunakan untuk menyampaikan nasihat, saran, harapan, atau perkiraan.
Sebagai contoh:
You should save a copy of your work.
Kalimat tersebut menyarankan seseorang menyimpan salinan pekerjaannya.
Sementara itu, The train should arrive soon dapat menunjukkan harapan atau perkiraan bahwa kereta segera tiba.
Selain bentuk positif, should memiliki bentuk negatif should not atau shouldn’t.
Misalnya:
You shouldn’t share your password.
Kalimat tersebut memberikan nasihat agar seseorang tidak membagikan kata sandinya.
Namun, nasihat umumnya berbeda dari kewajiban mutlak.
Oleh karena itu, pahami apakah should menunjukkan anjuran, harapan, atau penilaian terhadap suatu keadaan.
Should have + V3 untuk penilaian masa lalu
Untuk membicarakan tindakan masa lalu yang seharusnya dilakukan, gunakan pola should have + V3.
Sebagai contoh:
I should have checked the date.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa pembicara menilai pemeriksaan tanggal sebagai tindakan yang lebih baik, tetapi ia tidak melakukannya.
Berbeda dari should + V1 yang dapat menyampaikan nasihat untuk masa kini atau masa depan, pola tersebut mengacu pada penilaian terhadap masa lalu.
Karena itu, gunakan have + V3 setelah should ketika ingin menyampaikan makna tersebut.
Dengan demikian, perubahan struktur modal dapat memengaruhi hubungan waktu dan makna kalimat.
Will dan Would: Prediksi, Kesediaan, dan Kesopanan
Will untuk keputusan dan prediksi
Modal will sering membantu penutur membicarakan masa depan.
Namun, penggunaannya tidak terbatas pada prediksi.
Sebagai contoh:
I’ll carry the boxes.
Kalimat tersebut dapat menjadi tawaran spontan untuk membawa kotak.
Sementara itu:
The meeting will start at ten.
Pernyataan kedua menjelaskan jadwal atau kejadian pada masa depan.
Selain itu, will juga dapat muncul dalam permintaan.
Misalnya:
Will you send the file?
Dengan demikian, will dapat menyampaikan tawaran, prediksi, kesediaan, atau permintaan sesuai konteks.
Would untuk permintaan sopan dan pengandaian
Modal would sering digunakan dalam permintaan sopan.
Sebagai contoh:
Would you explain the instructions again?
Kalimat tersebut meminta seseorang menjelaskan kembali petunjuk dengan cara yang relatif halus.
Selain itu, would dapat membantu membentuk kalimat pengandaian.
Misalnya:
If I had more time, I would join the class.
Pada contoh kedua, pembicara membayangkan keadaan yang berbeda dari kenyataan.
Sementara itu, would juga muncul dalam pelaporan dari sudut waktu lampau.
Perhatikan kalimat:
Rani said she would call later.
Dalam contoh tersebut, would menyampaikan rencana yang dilihat dari sudut waktu lampau.
Oleh karena itu, jangan menganggap would hanya berfungsi sebagai bentuk sopan dari will.
Memahami Rangkaian Modal yang Lebih Panjang
Setelah memahami pola dasar, pembelajar juga perlu mengenali rangkaian modal yang lebih kompleks.
Dalam struktur tersebut, modal dapat diikuti be atau have untuk membentuk makna waktu, aspek, dan pasif.
Perhatikan tabel berikut.
| Pola | Fokus | Contoh |
|---|---|---|
| Modal + V1 | Makna dasar modal | She might travel. |
| Modal + be + V-ing | Proses yang mungkin berlangsung | She might be travelling now. |
| Modal + have + V3 | Dugaan atau penilaian masa lalu | She might have travelled yesterday. |
| Modal + be + V3 | Bentuk pasif | The room must be cleaned. |
Berdasarkan tabel tersebut, aturan modal yang diikuti bentuk dasar tetap berlaku.
Misalnya, be dan have tetap berbentuk dasar setelah modal, meskipun unsur berikutnya berubah sesuai struktur.
Oleh karena itu, bentuk She might has left tidak tepat.
Sebaliknya, gunakan She might have left.
Kesalahan serupa muncul pada The room must cleaned.
Untuk membentuk struktur pasif yang tepat, gunakan The room must be cleaned.
Dengan demikian, pembelajar perlu memahami urutan unsur setelah modal, bukan hanya menghafal satu contoh.
Contoh Percakapan dalam Satu Situasi
Untuk memahami fungsi modal verbs dalam komunikasi, bayangkan tiga siswa sedang membahas tugas kelompok.
Dalam rapat, Nia berkata:
We must finish the poster by Friday.
Melalui kalimat tersebut, Nia menekankan kewajiban menyelesaikan poster sebelum Jumat.
Selanjutnya, Rafi menjawab:
I can design the heading, but we might need a new photo.
Pada pernyataan tersebut, can menunjukkan kemampuan Rafi mendesain judul, sedangkan might menyatakan kemungkinan bahwa kelompok membutuhkan foto baru.
Setelah itu, Nia menambahkan:
Could you send the draft tonight?
Kalimat terakhir menggunakan could untuk menyampaikan permintaan secara lebih sopan.
Dengan demikian, setiap modal menjalankan fungsi berbeda meskipun seluruhnya muncul dalam satu percakapan.
Oleh sebab itu, memahami maksud setiap kalimat lebih bermanfaat daripada menerjemahkan modal satu per satu.
Kesalahan Umum Modal Verbs dan Cara Memperbaikinya
Ketika menggunakan modal verbs, pembelajar sering menambahkan akhiran atau kata bantu yang tidak diperlukan.
Selain itu, kesalahan juga dapat muncul karena seseorang memilih modal tanpa memahami maknanya.
Berikut beberapa contoh yang perlu diperhatikan.
Menambahkan -s, to, atau do yang tidak perlu
Dalam pola dasar, modal inti tidak menerima akhiran -s dan tidak membutuhkan to sebelum kata kerja utama.
Sebagai contoh, perhatikan perbandingan berikut.
| Kesalahan | Bentuk yang tepat | Alasan |
|---|---|---|
| He cans read English. | He can read English. | Modal can tidak memakai akhiran -s. |
| They must to leave. | They must leave. | Kata kerja setelah must menggunakan bentuk dasar tanpa to. |
| Do you can swim? | Can you swim? | Modal dapat langsung muncul sebelum subjek dalam pertanyaan. |
Pada contoh pertama, pembelajar tidak perlu menambahkan -s meskipun subjeknya he.
Sementara itu, contoh kedua menunjukkan bahwa modal must langsung diikuti kata kerja dasar.
Adapun contoh ketiga memperlihatkan kesalahan penggunaan do bersama modal dalam pertanyaan biasa.
Oleh karena itu, periksa susunan modal dan kata kerja sebelum menyelesaikan kalimat.
Memakai mustn’t untuk sesuatu yang opsional
Kesalahan lain muncul ketika pembelajar menyamakan larangan dengan keadaan tidak wajib.
Misalnya, sebuah pengumuman ingin menjelaskan bahwa peserta boleh memilih mengikuti sesi tambahan atau tidak.
Untuk maksud tersebut, perhatikan perbandingan berikut.
Maksud: Peserta tidak wajib mengikuti sesi tambahan.
Kurang tepat: Participants mustn’t attend the extra session.
Tepat: Participants don’t have to attend the extra session.
Kalimat pertama justru melarang peserta untuk hadir.
Sebaliknya, kalimat kedua memberikan kebebasan memilih karena tidak ada kewajiban mengikuti sesi tambahan.
Dengan demikian, penggunaan modal yang berbeda dapat mengubah aturan atau informasi penting.
Latihan Modal Verbs
Setelah mempelajari fungsi dan rumus modal verbs, sekarang saatnya menguji pemahaman melalui latihan.
Soal berikut mencakup kemampuan, kemungkinan, kewajiban, larangan, nasihat, permintaan, dan pengandaian.
Selain itu, beberapa soal meminta kamu memperbaiki struktur kalimat.
Kerjakan seluruh latihan terlebih dahulu. Selanjutnya, cocokkan hasilnya dengan tabel jawaban.
- Perbaiki modal: She cans speak Dutch.
- Benahi struktur: We must to submit the form.
- Buat pertanyaan: Ubah You can carry the box menjadi kalimat tanya.
- Pilih bentuk larangan: mustn’t / don’t have to enter this area.
- Tentukan bentuk tidak wajib: mustn’t / don’t have to bring your own chair.
- Lengkapi nasihat: You ___ check the instructions before starting.
- Pilih permintaan lebih sopan: Can / Could you review my email, please?
- Analisis fungsi: Dalam It might rain, apakah might menyatakan kewajiban atau kemungkinan?
- Perbaiki bentuk kata kerja: He should studies more regularly.
- Lengkapi dugaan masa lalu: She may ___ (forget) the appointment.
- Lengkapi aktivitas yang mungkin sedang berlangsung: They could ___ (work) in the library now.
- Tentukan makna must: Dalam The lights are on; he must be home, apa fungsi must?
- Perbaiki pertanyaan: Do they will arrive tomorrow?
- Ubah menjadi negatif: You should share the password.
- Lengkapi pengandaian: If I knew the answer, I ___ tell you.
Melalui latihan tersebut, kamu dapat mengenali fungsi modal dalam berbagai situasi.
Oleh karena itu, perhatikan makna dan struktur sebelum memilih jawaban.
Kunci Jawaban dan Pembahasan
Setelah menyelesaikan latihan, periksa jawaban menggunakan tabel berikut.
Selain menampilkan bentuk yang benar, tabel ini menjelaskan alasan penggunaan setiap modal.
| No. | Jawaban | Alasan |
|---|---|---|
| 1 | She can speak Dutch. | Modal tidak menerima akhiran -s. |
| 2 | We must submit the form. | Setelah must, gunakan kata kerja dasar tanpa to. |
| 3 | Can you carry the box? | Modal muncul sebelum subjek dalam pertanyaan. |
| 4 | mustn’t | Menunjukkan larangan memasuki area. |
| 5 | don’t have to | Menunjukkan bahwa membawa kursi bukan kewajiban. |
| 6 | should | Menyampaikan nasihat. |
| 7 | Could | Membuat permintaan lebih tidak langsung. |
| 8 | Kemungkinan | Kalimat membahas kemungkinan hujan, bukan kewajiban. |
| 9 | He should study more regularly. | Kata kerja setelah modal memakai bentuk dasar. |
| 10 | have forgotten | Modal + have + V3 menyatakan kemungkinan masa lalu. |
| 11 | be working | Modal + be + V-ing menunjukkan proses yang mungkin berlangsung. |
| 12 | Simpulan logis | Penutur menyimpulkan keadaan berdasarkan lampu yang menyala. |
| 13 | Will they arrive tomorrow? | Pertanyaan tidak membutuhkan do sebelum modal. |
| 14 | You should not share the password. | Negasi modal menggunakan not setelah should. |
| 15 | would | Kalimat pengandaian menggunakan would + V1. |
Berdasarkan pembahasan tersebut, modal verbs memiliki fungsi yang perlu disesuaikan dengan konteks.
Sebagai contoh, soal nomor 4 dan 5 menunjukkan perbedaan larangan serta keadaan tidak wajib.
Sementara itu, nomor 10 dan 11 menguji rangkaian modal dengan have atau be.
Selain itu, soal nomor 12 menjelaskan penggunaan must sebagai simpulan logis.
Dengan demikian, latihan tidak hanya menguji hafalan bentuk modal, tetapi juga pemahaman terhadap maksud kalimat.
Pertanyaan Umum tentang Modal Verbs
Apakah could selalu bentuk lampau dari can?
Tidak. Meskipun could dapat menyatakan kemampuan pada masa lalu, modal tersebut juga memiliki fungsi lain.
Sebagai contoh, could dapat menunjukkan kemungkinan atau membantu membuat permintaan lebih sopan.
Oleh karena itu, perhatikan konteks kalimat sebelum menentukan artinya.
Apakah modal boleh diikuti have atau be?
Ya. Modal dapat diikuti have atau be dalam struktur yang lebih panjang.
Sebagai contoh:
- Might have left — dapat menunjukkan kemungkinan mengenai kejadian masa lalu.
- Must be ready — dapat menyampaikan keharusan atau simpulan sesuai konteks.
- Could be waiting — dapat menunjukkan kemungkinan proses yang sedang berlangsung.
Dalam seluruh contoh tersebut, have dan be tetap menggunakan bentuk dasar.
Namun, unsur setelahnya dapat berubah mengikuti waktu, aspek, atau bentuk kalimat.
Dengan demikian, aturan modal yang diikuti bentuk dasar tetap berlaku dalam struktur yang lebih kompleks.
Ringkasan dan Bacaan Terkait
Modal verbs membantu seseorang menyampaikan kemampuan, kemungkinan, izin, kewajiban, nasihat, prediksi, kesediaan, dan permintaan dalam bahasa Inggris.
Secara umum, modal inti diikuti kata kerja dasar tanpa tambahan to. Selain itu, bentuknya tidak berubah hanya karena subjek menggunakan he, she, atau it.
Untuk membentuk pertanyaan, penutur biasanya menempatkan modal sebelum subjek. Sementara itu, kalimat negatif menggunakan not setelah modal.
Namun, setiap modal memiliki fungsi dan nuansa berbeda.
Sebagai contoh, must dapat menunjukkan kewajiban, sedangkan should sering menyampaikan nasihat. Sebaliknya, mustn’t menyatakan larangan dan tidak sama dengan don’t have to yang berarti tidak wajib.
Oleh karena itu, pilih modal berdasarkan makna yang ingin kamu sampaikan, bukan hanya terjemahan kata per kata.
Dengan memahami fungsi dan strukturnya, kamu dapat menggunakan modal verbs secara lebih alami dan tepat.
Untuk memperluas pemahaman tentang kata kerja bantu, baca juga artikel Auxiliary Verbs dan Past Future Tense.
Sumber dan Referensi
- [1] Cambridge Dictionary — English Grammar Today. Modal Verbs and Modality. Pelajari pengertian dan fungsi modal.
- [2] Cambridge Dictionary — English Grammar Today. Modality: Forms. Pelajari pola modal.
- [3] Cambridge Dictionary — English Grammar Today. Can, Could or May? Baca perbandingan fungsi.