TIM panjat tebing Indonesia nomor speed langsung mempersiapkan agenda berikutnya setelah menyelesaikan persaingan di Asian Games 2026. Pelatih tim speed, Fitriyani, mengapresiasi penampilan para atlet yang mampu menunjukkan performa terbaik. Meski demikian, sejumlah aspek masih menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi selanjutnya.
Evaluasi Penampilan Atlet Speed Setelah Asian Games 2026
Aditya Tri Syahria Jadi Perhatian dalam Evaluasi
Salah satu atlet yang mendapat perhatian khusus adalah Aditya Tri Syahria. Pemanjat speed putra tersebut tampil impresif dengan menjadi yang tercepat pada babak kualifikasi. Ia juga berhasil mencatat waktu 4,62 detik sekaligus mempertajam rekor Asian Games.
Namun, langkah Aditya terhenti pada pertandingan penentuan setelah melakukan false start. Kesalahan tersebut membuat peluangnya untuk meraih medali harus berakhir.
Fitriyani mengatakan Aditya sudah memiliki catatan penting di level internasional. Selain memegang rekor Asia, atlet tersebut juga tercatat sebagai pemanjat tercepat kedua di dunia. Karena itu, tim pelatih akan memberikan perhatian lebih terhadap teknik reaksi saat start, pengendalian emosi, serta pengalaman ketika menghadapi pertandingan penting.
Atlet Indonesia Tampilkan Catatan Waktu Terbaik di Nagoya
Secara keseluruhan, Fitriyani memberikan penilaian positif terhadap penampilan para atlet Indonesia di Nagoya. Hampir seluruh anggota tim mampu menghasilkan waktu yang lebih baik dibandingkan catatan ketika menjalani latihan.
Beberapa catatan waktu yang berhasil ditorehkan para atlet Indonesia adalah:
- Desak Made Rita Kusuma Dewi: 6,06 detik
- Aditya Tri Syahria: 4,62 detik
- Veddriq Leonardo: 4,78 detik
- Berthdigna Devi Surya Kusuma: 6,49 detik dan finis di posisi kelima
Menurut Fitriyani, pencapaian tersebut menjadi hal yang menggembirakan karena para atlet mampu mencapai performa terbaik ketika kompetisi berlangsung. Hasil itu sekaligus menjadi modal penting bagi tim untuk melakukan pembenahan sebelum menghadapi agenda berikutnya.
Seri Santiago Chile Menjadi Target Berikutnya
Desak Made Berusaha Memperbaiki Posisi Dunia
Setelah Asian Games 2026, perhatian tim Indonesia beralih ke seri penutup musim World Climbing Series di Santiago, Chile. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 dan menjadi salah satu ajang penting dalam penghitungan peringkat dunia nomor speed.
Desak Made menjadi salah satu atlet yang memiliki target besar pada seri tersebut. Posisinya di peringkat dunia mengalami penurunan setelah ia tidak mengikuti dua seri sebelumnya di Guiyang dan Chongqing. Ketidakhadiran itu merupakan bagian dari strategi persiapan menuju Asian Games.
Saat ini Desak berada di posisi ketiga dunia. Karena itu, hasil di Chile akan menjadi kesempatan penting baginya untuk mengumpulkan tambahan poin sekaligus memperbaiki posisi dalam klasemen.
Robby dan Raharjati Juga Memburu Gelar Dunia
Selain Desak Made, Indonesia juga menurunkan dua atlet putra, yaitu Robby Al Hilmi Antasyafi dan Nursamsa Raharjati. Keduanya berada di posisi tiga besar dan empat besar dunia sehingga masih mempunyai peluang untuk mengejar posisi teratas dalam klasemen akhir.